Jumat, 23 Desember 2011

Pandangan Islam Tentang Tahun Baru


Tahun baru masehi, banyak umat Islam yang ikut merayakannya padahal perayaan tahun baru hanya dilakukan oleh umat Nasrani. bagaimanakah hukumnya merayakan Tahun Baru ataupun merayakan hari-hari yang lain seperti Ulang Tahun, Maulid?

Ada sekian banyak pendapat yang berbeda tentang hukum merayakan tahun baru masehi. Sebagian mengharamkan dan sebagian lainnya membolehkannya dengan syarat.

1. Pendapat yang Mengharamkan

Mereka yang mengharamkan perayaan malam tahun baru masehi, berhujjah dengan beberapa argumen.

a. Perayaan Malam Tahun Baru Adalah Ibadah Orang Kafir

Bahwa perayaan malam tahun baru pada hakikatnya adalah ritual peribadatan para pemeluk agama bangsa-bangsa di Eropa, baik yang Nasrani atau pun agama lainnya.

Sejak masuknya ajaran agama Nasrani ke eropa, beragam budaya paganis (keberhalaan) masuk ke dalam ajaran itu. Salah satunya adalah perayaan malam tahun baru. Bahkan menjadi satu kesatuan dengan perayaan Natal yang dipercaya secara salah oleh bangsa Eropa sebagai hari lahir nabi Isa.

Walhasil, perayaan malam tahun baru masehi itu adalah perayaan hari besar agama kafir. Maka hukumnya haram dilakukan oleh umat Islam.

b. Perayaan Malam Tahun Baru Menyerupai Orang Kafir

Meski barangkali ada yang berpendapat bahwa perayaan malam tahun tergantung niatnya, namun paling tidak seorang muslim yang merayakan datangnya malam tahun baru itu sudah menyerupai ibadah orang kafir. Dan sekedar menyerupai itu pun sudah haram hukumnya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

من تشبه بقوم فهو منهم
Siapa yang menyerupai pekerjaan suatu kaum (agama tertentu), maka dia termasuk bagian dari mereka.

c. Perayaan Malam Tahun Baru Penuh Maksiat

Sulit dipungkiri bahwa kebanyakan orang-orang merayakan malam tahun baru dengan minum khamar, berzina, tertawa dan hura-hura. Bahkan bergadang semalam suntuk menghabiskan waktu dengan sia-sia. Padahal Allah SWT telah menjadikan malam untuk berisitrahat, bukan untuk melek sepanjang malam, kecuali bila ada anjuran untuk shalat malam.

Maka mengharamkan perayaan malam tahun baru buat umat Islam adalah upaya untuk mencegah dan melindungi umat Islam dari pengaruh buruk yang lazim dikerjakan para ahli maksiat.

d. Perayaan Malam Tahun Baru Adalah Bidah

Syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW adalah syariat yang lengkap dan sudah tuntas. Tidak ada lagi yang tertinggal.

Sedangkan fenomena sebagian umat Islam yang mengadakan perayaan malam tahun baru masehi di masjid-masijd dengan melakukan shalat malam berjamaah, tanpa alasan lain kecuali karena datangnya malam tahun baru, adalah sebuah perbuatan bid’ah yang tidak pernah dikerjakan oleh Rasulullah SAW, para shahabat dan salafus shalih.

Maka hukumnya bid’ah bila khusus untuk even malam tahun baru digelar ibadah ritual tertentu, seperti qiyamullail, doa bersama, istighatsah, renungan malam, tafakkur alam, atau ibadah mahdhah lainnya. Karena tidak ada landasan syar’inya.

2. Pendapat yang Menghalalkan

Pendapat yang menghalalkan berangkat dari argumentasi bahwa perayaan malam tahun baru masehi tidak selalu terkait dengan ritual agama tertentu. Semua tergantung niatnya. Kalau diniatkan untuk beribadah atau ikut-ikutan orang kafir, maka hukumnya haram. Tetapi tidak diniatkan mengikuti ritual orang kafir, maka tidak ada larangannya.

Mereka mengambil perbandingan dengan liburnya umat Islam di hari natal. Kenyataannya setiap ada tanggal merah di kalender karena natal, tahun baru, kenaikan Isa, paskah dan sejenisnya, umat Islam pun ikut-ikutan libur kerja dan sekolah. Bahkan bank-bank syariah, sekolah Islam, pesantren, departemen Agama RI dan institusi-institusi keIslaman lainnya juga ikut libur. Apakah liburnya umat Islam karena hari-hari besar kristen itu termasuk ikut merayakan hari besar mereka?

Umumnya kita akan menjawab bahwa hal itu tergantung niatnya. Kalau kita niatkan untuk merayakan, maka hukumnya haram. Tapi kalau tidak diniatkan merayakan, maka hukumnya boleh-boleh saja.

Demikian juga dengan ikutan perayaan malam tahun baru, kalau diniatkan ibadah dan ikut-ikutan tradisi bangsa kafir, maka hukumnya haram. Tapi bila tanpa niat yang demikian, tidak mengapa hukumnya.

Adapun kebiasaan orang-orang merayakan malam tahun baru dengan minum khamar, zina dan serangkaian maksiat, tentu hukumnya haram. Namun bila yang dilakukan bukan maksiat, tentu keharamannya tidak ada. Yang haram adalah maksiatnya, bukan merayakan malam tahun barunya.

Misalnya, umat Islam memanfaatkan even malam tahun baru untuk melakukan hal-hal positif, seperti memberi makan fakir miskin, menyantuni panti asuhan, membersihkan lingkungan dan sebagainya.

Demikianlah ringkasan singkat tentang perbedaan pandangan dari beragam kalangan tentang hukum umat Islam merayakan malam tahun baru.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Rabu, 21 Desember 2011

Selamat Hari ibu


selamat hari ibu, buat ibu2x seluruh dunia........

Kamis, 10 November 2011

Tugas Sistem Operasi


1.Eksekusi Intruksi Dalam Komputer
cara kerja CPU ialah ketika data serta atau instruksi dimasukkan ke processing devices, pertama sekali diletakkan di MAA (melalui Input-storage), yakni apabila berbentuk instruksi ditampung oleh Control Unit di Program-storage, namun apabila berbentuk data ditampung di Working-storage. Jika register siap untuk menerima pengerjaan eksekusi, maka Control Unit akan mengambil instruksi dari Program-storage untuk ditampungkan ke Instruction Register, sedangkan alamat memori yang berisikan instruksi tersebut ditampung di Program Counter. Sedangkan data diambil oleh Control Unit dari Working-storage untuk ditampung di General-purpose register (dalam hal ini di Operand-register). Jika berdasar instruksi pengerjaan yang dilakukan adalah aritmatika dan logika, maka ALU akan mengambil alih operasi untuk mengerjakan berdasar instruksi yang ditetapkan. Hasilnya ditampung pada akumulator. Apabila hasil pengolahan telah selesai, maka Control Unit akan mengambil hasil pengolahan di akumulator untuk ditampung kembali ke Working-storage. Jika pengerjaan keseluruhan telah selesai, maka Control Unit akan mengambil kembali hasil pengolahan dari Working-storage untuk ditampung ke Output-storage. Lalu selanjutnya dari Output-storage, hasil pengolahan akan ditampilkan kepada output-devices.
Siklus Instruksi terdiri atas siklus fetch dan siklus eksekusi.

2. Komponen-Komponen Sistem Operasi dan Fungsinya
Sebuah sistem operasi dapat dibagi menjadi beberapa komponen. Secara umum, para pakar sepakat bahwa terdapat sekurangnya empat komponen manajeman utama yaitu:
• Manajemen Proses,
• Manajemen Memori,
• Manajamen Sistem Berkas.
• Manajemen Masukan/Keluaran

Selain keempat komponen di atas, Avi Silberschatz, dan kawan-kawan menambahkan beberapa komponen seperti:
• Manajemen Penyimpanan Sekunder.
• Manajemen Sistem Proteksi.
• Manajemen Jaringan.
• Command-Interpreter System.
Fungsi Setiap Komponen
a. Manajemen Proses
•Membuat dan menghapus proses pengguna dan sistem proses.
•Menunda atau melanjutkan proses.
•Menyediakan mekanisme untuk sinkronisasi proses.
•Menyediakan mekanisme untuk komunikasi proses.
•Menyediakan mekanisme untuk penanganan deadlock

b. Manajemen Memori
• Menjaga track dari memori yang sedang digunakan dan siapa yang menggunakannya.
• Memilih program yang akan di-load ke memori.

c. Manajamen Sistem Berkas
• Pembuatan dan penghapusan berkas.
• Pembuatan dan penghapusan direktori.
• Mendukung manipulasi berkas dan direktori.
• Memetakan berkas ke secondary-storage.
• Mem-back-up berkas ke media penyimpanan yang permanen (non-volatile).

d. Manajemen Masukan/Keluaran
• Penyangga: menampung sementara data dari/ke perangkat Masukan/Keluaran.
• Spooling: melakukan penjadwalan pemakaian Masukan/Keluaran sistem supaya lebih efisien (antrian dsb.).
• Menyediakan driver: untuk dapat melakukan operasi rinci untuk perangkat keras Masukan/Keluaran tertentu.

e. Manajemen Penyimpanan Sekunder.
• free space management.
• alokasi penyimpanan.
• penjadwalan disk.

f. Manajemen Sistem Proteksi.
• Membedakan antara penggunaan yang sudah diberi izin dan yang belum.
• Menspesifikasi kontrol untuk dibebankan/diberi tugas.
• Menyediakan alat untuk pemberlakuan sistem.

g. Manajemen Jaringan.
Sistem terdistribusi adalah sekumpulan prosesor yang tidak berbagi memori, atau clock. Setiap prosesor mempunyai memori dan clock tersendiri. Prosesor-prosesor tersebut terhubung melalui jaringan komunikasi Sistem terdistribusi menyediakan akses pengguna ke bermacam sumber-daya sistem. Akses tersebut menyebabkan peningkatan kecepatan komputasi dan meningkatkan kemampuan penyediaan data.

h. Command-Interpreter System.
Sistem Operasi menunggu instruksi dari pengguna (command driven). Program yang membaca instruksi dan mengartikan control statements umumnya disebut: control-card interpreter, command-line interpreter dan terkadang dikenal sebagai shell. Command-Interpreter System sangat bervariasi dari satu sistem operasi ke sistem operasi yang lain dan disesuaikan dengan tujuan dan teknologi perangkat Masukan/Keluaran yang ada.
Contohnya: CLI, Windows, Pen-based (touch).

3. Pengertian dari:
a.Batch system
merupakan suatu cara untuk menghindari waktu nganggur CPU yang cukup lama, maka dikembangkan suatu teknik pengurutan kerja job secara otomatis. Teknik ini mampu mentransfer kontrol secara otomatis dari suatu job ke-job brikutnya. Inilah bentuk operating system yang pertama kali. Gambar sebelah merupakan komputer UNIVAC yang juga menggunakan transistor.

b. Multitasking
adalah istilah teknologi informasi yang mengacu kepada sebuah metode dimana banyak pekerjaan atau dikenal juga sebagai proses diolah dengan menggunakan sumberdaya CPU yang sama. Dalam kasus sebuah komputer dengan prosesor tunggal, hanya satu instruksi yang dapat bekerja dalam satu waktu, berarti bahwa CPU tersebut secara aktif mengolah instruksi untuk satu pekerjaan tersebut. Multitasking memecahkan masalah ini dengan memjadwalkan pekerjaan mana yang dapat berjalan dalam satu waktu, dan kapan pekerjaan yang lain menunggu untuk diolah dapat dikerjakan. Kondisi mengalokasikan CPU dari pekerjaan satu ke pekerjaan yang lain disebut context switch. Ketika context switch terjadi dengan sangat cepat -- kondisi ini cukup untuk memberikan ilusi pengolahan-paralel. Bahkan dalam komputer yang memiliki lebih dari satu CPU (disebut multi-prosesor), multitasking memperbolehkan lebih banyak pekerjaan dijalankan dibanding dengan jumlah CPU yang tersedia.

c. MULTIPROGRAMMING

Multiprogramming Melayani banyak program yang tidak ada hubungannya satu sama lain dan dijalankan sekaligus dalam satu komputer yang sama.

Melayani banyak program yang tidak ada hubungannya satu sama lain dan dijalankan sekaligus dalam satu komputer yang sama.
Pelaksanaan instruksi yang diterapkan adalah:
- program dimuat ke dalam memori,
- program dijalankan sampai mengakses perangkat I/O,
- berpindah (switch) ke pekerjaan lain,
- langkah tersebut berulang terus menerus,
- untuk proses perpindahan (switching), dilaksanakan oleh software

d. Time sharing system
adalah suatu teknik penggunaan online system oleh beberapa pemakai secara bergantian menurut waktu yang diperlukan pemakai. Disebabkan waktu perkembangan proses CPU semakin cepat, sedangkan alat Input/Output tidak dapat mengimbangi kecepatan dari CPU, maka kecepatan dari CPU dapat digunakan secara efisien dengan melayani beberapa alat I/O secara bergantian. Proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri- sendiri. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host computer.

e. Real time system
disebut juga dengan Sistem waktu nyata. Sistem yang harus menghasilkan respon yang tepat dalam batas waktu yang telah ditentukan. Jika respon komputer melewati batas waktu tersebut, maka terjadi degradasi performansi atau kegagalan sistem. Sebuah Real time system adalah sistem yang kebenarannya secara logis didasarkan pada kebenaran hasil-hasil keluaran sistem dan ketepatan waktu hasil-hasil tersebut dikeluarkan. Aplikasi penggunaan sistem seperti ini adalah untuk memantau dan mengontrol peralatan seperti motor, assembly line, teleskop, atau instrumen lainnya. Peralatan telekomunikasi dan jaringan komputer biasanya juga membutuhkan pengendalian secara Real time.

4. Pengertian dan Tujuan System Call
System Calls
Komputer digunakan untuk melakukan suatu proses yang dikehendaki user. Oleh karena itu harus ada suatu bentuk komunikasi antara user dan hardware. Komunikasi itu terjadi dalam bentuk system calls. SO melalui shell-nya akan menangkap perintah dari user yang kemudian akan dikomunikasikan melalui system calls. Disinilah peran SO sebagai jembatan komunikasi antara user dan hardware itu terjadi. System calls itu sendiri umumnya ditulis dalam bahasa C dan C++.
Mengenai shell, shell itu sendiri secara umum adalah layer yang berfungsi sebagai interface antara user dan inti dalam sistem operasi (kernel). Melalui shell, user dapat memberi perintah-perintah yang akan dikirim ke sistem operasi, sehingga shell ini merupakan layer yang menerima interaksi dari user secara langsung. Shell dalam SO secara umum dibagi menjadi 2, Command Line(CLI) dan Graphical(GUI). Jadi dengan kata lain, system calls berperan sebagai interface dalam layanan-layanan yang disediakan oleh sistem operasi.

Fungsi System Calls menyediakan interface pelayanan-pelayanan yang disediakan oleh sistem operasi, umumnya sebagai rutin-rutin yang ditulis dengan bahasa C atau C++, atau beberapa tugas yang mengakses hardware secara langsung menggunakan bahasa rakitan. Biasanya programmer lebih memilih Application Programming Interface (API) dibandingkan dengan low level programming.
Ada lima jenis system calls utama, yaitu:
a. Process control merupakan system calls yang mengendalikan proses-proses yang berjalan.
b. File manipulation adalah kumpulan system calls yang bertugas untuk melakukan manipulasi file seperti pembacaan, penulisan, penghapusan dan pengubahan.
c. Device manipulation adalah system calls yang mengatur penggunaan peralatan-peralatan yang terhubung pada mesin tersebut.
d. Information maintenance. System calls yang menghubungkan user dengan sistem operasi dalam hal berbagi informasi.
e. Communications. Ada dua model komunikasi yaitu pertukaran informasi dilakukan melalui fasilitas komunikasi antar proses yang disediakan oleh sistem operasi (Message-Passing) dan pertukaran dengan menggunakan memori (shared-memory).

5. Perbedaan Proses dan Thread

Proses
Proses memiliki dua karakteristik namun kedua karakteristik dilakukan secara independen oleh sistem operasi:
• Resource ownership (kepemilikan sumber daya) – proses mempunyai ruang alamat virtual untuk menangani image proses yang didefinisikan dalam PCB
• Scheduling-execution (penjadwalan-eksekusi) – Mengikuti suatu path eksekusi (trace), ada pergatian dari satu proses ke lainnya
Unit dari kepemilikan sumber daya diacu sebagai proses atau task

Thread
Thread adalah unit dasar dari penggunaan CPU, thread mengandung Thread ID, program counter , register set , dan stack . Sebuah Thread berbagi code section , data section , dan sumber daya sistem operasi dengan Thread lain yang dimiliki oleh proses yang sama. Thread juga sering disebut lightweight process . Sebuah proses tradisional atau heavyweight process mempunyai thread tunggal yang berfungsi sebagai pengendali. Perbedaan antara proses dengan thread tunggal dengan proses dengan thread yang banyak adalah proses dengan thread yang banyak dapat mengerjakan lebih dari satu tugas pada satu satuan waktu

Kamis, 03 November 2011

RESEP BOLU KUKUS SANTAN



Bahan yang diperlukan untuk membuat roti kukus ini adalah sebagai berikut :
• 1 sdm emulsifier
• 500 gram gula pasir
• kemaren pake fanta yg ichigo)
• 6 butir telur
• 200 cc santan kara (90 ml air hangat+4 sdm penuh santan bubuk– ini utk 1/2 resep)
• 200 cc sprite (
• vanili secukupnya
• pasta coklat/pandan/strawberi
• 500 gram terigu
Setelah anda sudah menyiapkan bahan dari resep ini, kita akan pergi ke cara membuat roti bolu mekar:
1. Panaskan kukusan, beri serbet pada tutup kukusan
2. Campur semua bahan dan mikser dengan kecepatan tinggi selama 10 menit
3. Beri warna sesuai selera
4. Isi adonan ke cetkan berselang seling
5. Kukus lebih kurang 10-15 menit
Supaya bolu nya lebih tampak mekar, berikut tips khusus untuk resep ini :
1. Kocok adonan sampai kental, ciri adonan kalau dituang pake sendok berat, lama baru jatuh kembali
2. Isi cetakan sampai penuh, kalau nggak penuh adonan gak mau mekar karena ketekan dinding kertasnya
3. Jangan terlalu penuh dandangnya, beri jarak antar cetakan supaya kuenya dapat banyak uap
4. Masukkan adonan saat dandangnya sdh menghasilkan banyak uap dan pake api yg besar
Berikut tipsnya supaya roti bolu buatan ibu tampak lebih mekar. Bolu kukus ini dalam cara membuat bisa ibu tambahkan berbagai bahan seperti yang sedang ngetrend saat ini yaitu menambahkan keju dan coklat. Sehingga membuat kue ibu ini nantinya lebih enak dan nyummmy.
Resep bolu kukus ini diambil dan di rewrite ulang sedikit dari posting di milis NCC di arsip yang lama. Gambar diatas hanya ilustrasi!!!

Selasa, 01 November 2011

SISTEM OPERASI SERVER DAN PC

A. Perbedaan Sistem Operasi Server dan PC
Sistem operasi jaringan atau sistem operasi komputer yang dipakai sebagai server dalam jaringan komputer hampir mirip dengan sistem operasi komputer stand alone, bedanya hanya pada sistem operasi jaringan, salah satu komputer harus bertindak sebagai server bagi komputer lainnya. Sistem operasi dalam jaringan disamping berfungsi untuk mengelola sumber daya dirinya sendiri juga untuk mengelola sumber daya komputer lain yang tergabung dalam jaringan.
Sebuah sistem operasi jaringan yang tangguh dan fungsional sangat penting untuk membentuk sebuah jaringan yang efektif. Sistem operasi jaringan dapat diandaikan sebagai jantung dari sebuah jaringan, memastikan data dan informasi yang melalui jaringan, baik jaringan wired maupun wireless, dapat berjalan dengan optimal, layaknya aliran darah.
Berbeda dengan sistem operasi pada server dan PC, dimana pemilihan sistem operasi dilakukan berdasarkan preferensi pengguna atau menyesuaikan pola penggunaan sistem operasi pada perusahaan. Sedangkan pada sistem operasi jaringan, biasanya dibuat khusus untuk memenuhi kebutuhan spesifik sesuai jenis perangkat dan kegunaannya. Artinya ada demikian banyak pilihan sistem operasi jaringan yang kini tersedia, dan sebetulnya ini bukanlah hal yang buruk. Dengan keragaman pilihan sistem operasi jaringan memastikan kompetisi harga dan mengurangi ketergantungan dengan salah satu vendor.

B. Contoh Sistem Operasi Server dan PC
1. Sistem Operasi Server
- Microsoft Windows (Win NT, Win 2000 Server, Win Server 2003)
- Linux (Redhat, Mandrake, Debian, SUSE, Caldera dll)
- Free BSD
- San Solaris
- Novell NetWare
- Banyan VINES

2. Sistem Operasi PC : Windows XP, Windows 7, Windows 8

C. Fitur yang Terdapat OS server dan tidak ada pada OS PC
Sistem operasi jaringan (network operating system) adalah sebuah jenis sistem operasi yang ditujukan untuk menangani jaringan. Umumnya, sistem operasi ini terdiri atas banyak layanan atau service yang ditujukan untuk melayani pengguna, seperti layanan berbagi berkas, layanan berbagi alat pencetak (printer), DNS Service, HTTP Service, dan lain sebagainya. Istilah ini populer pada akhir dekade 1980-an hingga awal dekade 1990-an.


D. Spesifikasi Hardware Untuk Server
Server asli atau komputer yang sejak awal dirancang sebagai server, memang lebih bandel dibanding PC yang dijadikan server. Namun demikian, untuk sebuah server yang secerhana spesifikasinya setidaknya harus didukung dengan prosesor tinggi minimal 2 GHz, kemudian memori sedikitnya 8GB, Hard Disk minimal 200 GB atau disesuaikan dengan banyaknya penyimpanan data, untuk VGA minimal 1 GB untuk jaringan 2 x 100 Mbps.
Berikut ini adalah contoh spesifiasi untuk sebuah komputer server
- Dual Intel® Xeon® Processor E3110 (3.0 GHz, FSB 1333, Cache 6MB)
- Chipset Intel® S3200 Server Chipset
- Memori 8 GB ECC DDR2-6400 SDRAM 800 MHz
- Video Type Integrated ATI RN50 (ES1000) 16 MB
- Hard Drive SATA RAID 4 x 160 GB Serial ATA-II/300, 7200 RPM, Cache 8MB
- Networking Integrated 8 x 10/100/1000 Ethernet
- Chassis Form Factor Tower Chassis
- Power Supply Type ATX 1000w

Senin, 31 Oktober 2011

Semaphore, Monitor, Deadlock, dan Starvation

1. Konsep Dasar Semaphore
Semaphore termasuk pendekatan yang diajukan oleh Djikstra, dengan prinsip bahwa dua proses atau lebih dapat bekerja sama dengan menggunakan penanda-penanda sederhana. Seperti proses dapat dipaksa berhenti pada suatu saat, sampai proses mendapatkan penanda tertentu itu. Sembarang kebutuhan koordinasi kompleks dapat dipenuhi dengan struktur penanda yang cocok untuk kebutuhan itu. Variabel khusus untuk penanda ini disebut semaphore.Semaphore mempunyai dua sifat, yaitu:
a.Semaphore dapat diinisialisasi dengan nilai non-negatif.
b.Terdapat dua operasi terhadap semaphore, yaitu Down dan Up. Usulan asli yang disampaikan Djikstra adalah operasi P dan V.
Semaphore adalah salah satu teknik sinyal sederhana, dan merupakan konsep penting dalam OS desain, dimana sebuah nilai integer digunakan untuk pensinyalan antara proses. Hanya tiga operasi yang mungkin dilakukan pada semaphore, yang semuanya atom: inisialisasi, penurunan, dan penaikan. Operasi pengurangan dapat mengakibatkan terhalangnya proses, dan kenaikan dari pengoperasian yang sedang berlangsung dapat mengakibatkan terblokirnya suatu proses. Hal ini juga dikenal sebagai sebuah perhitungan semaphore atau semaphore umum.
Semaphore adalah bendera digunakan untuk memeriksa apakah sumber daya saat ini sedang digunakan oleh thread atau proses. Misalnya, jika suatu proses ingin menggunakan printer, terlebih dahulu perlu memastikan printer tersedia dengan memeriksa untuk melihat apakah semaphore telah ditetapkan. jika sudah diatur, maka perlu menunggu untuk proses yang saat ini telah selesai. Namun, jika printer bebas, proses ini akan menetapkan semaphore dan mulai menggunakan printer, memblokir akses ke semua proses lainnya sampai selesai.
Semaphore adalah teknik klasik untuk melindungi bagian penting dari kode dari yang secara simultan dieksekusi oleh lebih dari satu thread. Semaphore adalah generalisasi dari monitor. Sebuah monitor memungkinkan hanya satu thread untuk mengunci objek sekaligus. Semaphore A N memungkinkan proses. Proses meraih semaphore-eksklusif untuk menggunakan semi disebut menenggak semaphore karena mereka diimplementasikan dengan integer Countdown yang decrements untuk setiap kunci dan kenaikan untuk masing-masing membuka. Jika semaphore adalah sepenuhnya terisi, thread baru ingin menggunakannya akan menunggu sampai thread beberapa rilis kunci dengan upping semaphore itu. Untuk semaphore untuk bekerja, cek untuk penuh, dan penurunan harus dilakukan semua dalam satu instruksi yang tidak pernah terputus atom. Instruksi monitor JVM menyediakan dukungan hardware yang diperlukan untuk mensimulasikan semaphores.
Semaphore s, lain kontribusi penting oleh EW Dijkstra, dapat dilihat sebagai ekstensi untuk mutex kunci. Semaphore adalah suatu obyek dengan dua metode Tunggu dan Sinyal, sebuah integer swasta counter dan antrian swasta (benang). Semantik dari semaphore adalah sangat sederhana. Misalkan S adalah semaphore yang swasta counter telah diinisialisasi ke integer non-negatif.
• Ketika Tunggu dijalankan oleh thread, kita memiliki dua kemungkinan:
o Penghitung S adalah positif
Dalam hal ini, konter ini mengalami penurunan sebesar 1 dan benang kembali pelaksanaannya.
o Penghitung S adalah nol
Dalam hal ini, benang ditangguhkan dan dimasukkan ke dalam antrian pribadi S.
• Ketika Sinyal dijalankan oleh thread, kami juga memiliki dua kemungkinan:
o Antrian S tidak memiliki benang menunggu
Penghitung S ditingkatkan oleh satu dan benang kembali pelaksanaannya.
o Antrian S telah menunggu threads
Dalam hal ini, konter S harus nol (lihat pembahasan Tunggu di atas). Salah satu benang menunggu akan diizinkan untuk meninggalkan antrian dan melanjutkan pelaksanaannya. Benang yang mengeksekusi Sinyal juga terus.
Operasi Tunggu atau Signal adalah atom. Ini berarti sekali kegiatan Tunggu mulai (yaitu, pengujian dan penurunan nilai counter dan memasukkan benang ke dalam antrian), mereka akan terus sampai akhir tanpa gangguan apapun. Lebih tepatnya, meskipun ada banyak langkah untuk melaksanakan Tunggu dan Signal, langkah-langkah ini dianggap sebagai instruksi non-interruptible tunggal. Demikian pula, hal yang sama berlaku untuk Sinyal. Apalagi, jika lebih dari satu benang mencoba mengeksekusi Tunggu (atau sinyal), hanya satu dari mereka akan berhasil. Kita tidak boleh membuat asumsi tentang mana thread akan berhasil.
Tunggu karena dapat menyebabkan thread untuk memblokir (yaitu, ketika counter nol), ia memiliki efek yang sama dari operasi kunci dari sebuah kunci mutex. Demikian pula, sebuah sinyal dapat melepaskan benang tunggu, dan mirip dengan membuka operasi. Bahkan, semaphores dapat digunakan sebagai kunci mutex. Pertimbangkan S semaphore dengan nilai awal 1. Kemudian, Tunggu dan Signal sesuai untuk mengunci dan membuka:
Mari kita periksa bagaimana sepasang Tunggu dan Signal dapat menjamin pengecualian bersama. Perlu diingat bahwa nilai awal counter dari S adalah 1. Misalkan sejumlah benang mencoba untuk eksekusi Tunggu. Karena hanya ada satu thread berhasil dapat mengeksekusi Tunggu, thread ini, katakanlah A, menyebabkan counter berkurang sebesar 1, dan memasuki bagian yang kritis. Karena nilai awal counter adalah 1, sekali thread A memasuki critical section, konter menjadi 0, dan, sebagai hasilnya, semua usaha berikutnya dalam melaksanakan Tunggu akan diblokir. Oleh karena itu, membenarkan klaim kita bahwa Tunggu mirip untuk mengunci.
Ketika Sebuah thread keluar dari critical section, Sinyal dijalankan. Jika ada menunggu benang, salah satu dari mereka akan dirilis, dan thread ini dirilis memasuki critical section. Perhatikan bahwa counter masih nol (karena, dalam hal ini, Sinyal tidak meningkatkan dan Tunggu tidak mengurangi counter), yang berarti semua thread berikutnya yang mencoba mengeksekusi Tunggu diblokir. Di sisi lain, jika tidak ada benang menunggu, pelaksanaan Sinyal menyebabkan nilai dari counter akan meningkat dengan 1, sehingga nilai saat ini 1. Dalam hal ini, thread berikutnya yang mengeksekusi Tunggu bisa masuk ke bagian kritis. Oleh karena itu, Sinyal mirip untuk membuka. Singkatnya, kita belajar bahwa pengaturan counter untuk 1 awalnya akan menjamin bahwa paling banyak satu thread bisa di bagian kritis, jika semua benang yang melibatkan mengikuti Tunggu sama – urutan Sinyal.
Jika Anda berhati-hati, Anda akan melihat bahwa nilai counter adalah 1 atau 0, dan tidak pernah memiliki nilai lain. Oleh karena itu, disebut sebagai semaphore biner. Jika kita mengganti counter dengan variabel Boolean dan menafsirkan 1 dan 0 sebagai benar (yaitu, kunci terbuka) dan false (yaitu, kunci tertutup), masing-masing, maka semaphore biner menjadi kunci mutex! Karena itu, Anda dapat menggunakan kunci mutex atau semaphore biner bergantian.
Namun, keindahan menggunakan semaphores adalah bahwa nilai awal tidak harus 1. Bisa jadi ada nilai non-negatif. Kemudian kita akan membahas teknik-teknik lain semaphores menggunakan.
Kemajuan besar pertama dalam menangani masalah proses konkuren datang pada tahun 1965 dengan risalah Dijkstra [DIJK65]. Dijkstra prihatin dengan desain dari OS sebagai kumpulan proses sekuensial dan bekerja sama dengan pembangunan mekanisme yang efisien dan dapat diandalkan untuk mendukung kerja sama. Mekanisme ini hanya bias mudah digunakan oleh proses pengguna jika prosesor dan OS membuat mekanisme yang tersedia.
[DOWN07] menunjukkan tiga konsekuensi menarik dari definisi semaphore:
• Secara umum, tidak ada cara untuk mengetahui sebelum proses decrement semaphore sebuah akan terblokir atau tidak.
• Setelah proses increment semaphore dan proses lain akan berjalan, kedua proses terus berjalan bersamaan. Tidak ada cara untuk mengetahui proses, jika salah satu, akan segera melanjutkan pada sistem prosesor tunggal.
• Saat sinyal Anda semaphore, Anda tidak perlu tahu apakah proses yang lain sedang menunggu, sehingga jumlah proses yang diblokir mungkin nol atau satu.

2.Konsep Dasar Monitor
Monitor termasuk kumpulan prosedur, variabel dan struktur data di satu modul atau paket khusus. Proses dapat memanggil prosedur-prosedur kapan pun diinginkan. Tapi proses tak dapat mengakses struktur data internal dalam monitor secara langsung. Hanya lewat prosedur-prosedur yang dideklarasikan minitor untuk mengakses struktur internal.
Java menggunakan monitor ke benang koordinasi untuk memastikan mereka tidak tersandung saling mengakses data yang sama. Dengan monitor, Anda mengunci obyek, bagian-bagian penting dari kode atau Anda mengunci seluruh metode dengan menyatakan mereka disinkronisasi. Monitor memiliki dukungan hardware test dan mengatur di belakang mereka untuk memastikan cek thread untuk melihat apakah monitor sudah dikunci dan jika tidak, menyita mengunci semua dalam satu operasi atom non-interruptible. Tanpa atomicity, thread mungkin periksa apakah monitor tidak terkunci, dan memiliki beberapa thread lain ambil monitor sebelum mendapat kesempatan untuk menguncinya. Puritan akan menunjukkan bahwa monitor sebenarnya bukan kunci, melainkan kunci adalah cara yang digunakan untuk melindungi bagian penting dari kode.
Monitor Sebuah bahasa pemrograman membangun yang merangkum variabel, prosedur akses dan inisialisasi kode dalam suatu variabel tipe data abstrak. Monitor hanya dapat diakses melalui prosedur akses dan hanya satu proses yang dapat secara aktif mengakses monitor dalam satu waktu. Prosedur-prosedur pengaksesan adalah bagian penting. Dimana monitor mungkin memiliki antrian proses-proses yang sedang menunggu untuk mengaksesnya.
Anda mungkin mendapatkan pengalaman dari belajar semua contoh semaphore bahwa sinyal dan menunggu panggilan masih dapat tersebar di mana-mana dalam program anda dengan cara yang tidak terlalu terstruktur dengan baik. Jika Anda benar-benar mendapatkan seperti perasaan, konsep monitor datang untuk menyelamatkan. Konsep monitor berasal dari 1974 kertas CAR Hoare’s.
Sebuah monitor memiliki empat komponen seperti yang ditunjukkan di bawah ini: inisialisasi, data pribadi, prosedur memonitor, dan antrian masuk monitor. Komponen inisialisasi berisi kode yang digunakan tepat satu kali ketika monitor dibuat, Bagian data pribadi berisi semua data pribadi, termasuk prosedur swasta, yang hanya dapat digunakan dalam monitor. Dengan demikian, barang-barang pribadi tidak terlihat dari luar monitor. Prosedur monitor prosedur yang dapat dipanggil dari luar monitor. Antrian entri memantau berisi semua thread yang disebut prosedur monitor tapi belum diberikan izin. Kita akan kembali ke ini segera.
Oleh karena itu, monitor terlihat seperti kelas dengan inisialisasi, data pribadi dan prosedur monitor sesuai dengan konstruktor, data pribadi dan metode kelas tersebut. Satu-satunya perbedaan utama adalah bahwa kelas tidak memiliki antrian masuk.
Monitor yang seharusnya digunakan dalam lingkungan multithreaded atau multiproses di mana beberapa thread / proses dapat menghubungi prosedur monitor pada saat yang sama meminta layanan. Dengan demikian, monitor menjamin bahwa setiap saat paling banyak satu thread bisa mengeksekusi dalam monitor! Apa artinya ini? Ketika thread panggilan prosedur monitor, kita dapat melihat prosedur monitor disebut sebagai perpanjangan ke thread panggilan. Jika prosedur monitor disebut dalam eksekusi, kita akan mengatakan thread memanggil di monitor melaksanakan prosedur monitor disebut.
Sekarang, jika dua thread di monitor (yaitu, mereka adalah melaksanakan dua, mungkin, monitor prosedur yang sama), beberapa data pribadi dapat dimodifikasi oleh kedua benang pada saat yang sama menyebabkan kondisi ras terjadi. Oleh karena itu, untuk menjamin keutuhan data pribadi, monitor saling memberlakukan pengecualian implisit. Lebih tepatnya, jika thread panggilan prosedur monitor, thread ini akan diblokir jika ada thread lain eksekusi pada monitor. Mereka benang yang tidak diberikan izin masuk akan antri masuk ke antrian monitor luar monitor. Ketika monitor menjadi kosong (yaitu, tidak ada thread mengeksekusi di dalamnya), salah satu benang dalam antrian entri akan dirilis dan diberikan izin untuk menjalankan prosedur monitor disebut. Meskipun kita mengatakan “antrian masuk,” Anda tidak harus melihat secara harfiah. Lebih tepatnya, ketika thread harus dilepaskan dari antrian masuk, Anda tidak perlu menganggap kebijakan apapun yang thread yang akan dirilis.
Secara ringkas, monitor memastikan saling eksklusi otomatis sehingga tidak ada lebih dari satu thread bisa mengeksekusi dalam memonitor setiap saat. Ini adalah kemampuan yang sangat usably dan berguna.
Monitor sebagai Mini-OS
Konsep monitor sangat mirip dengan sebuah sistem operasi. Satu dapat mempertimbangkan inisialisasi sebagaimana data yang diinisialisasi ketika sistem boot up, data pribadi dan kode sebagai struktur data internal dan fungsi dari sebuah sistem operasi, dan prosedur monitor sebagai panggilan sistem. Program-program, tentu saja, benang yang membuat permintaan layanan. Oleh karena itu, monitor bisa dianggap sebagai mini-OS dengan layanan terbatas.
Persamaan dan perbedaannya:
Sejak menunggu operasi sinyal pada semaphores dan pada monitor kondisi variabel yang sama, untuk membantu Anda membedakan perbedaan mereka dan menggunakannya dengan benar, berikut ini adalah perbandingan singkat.






















Semaphore Monitor – Kondisi Variabel
Dapat digunakan di mana saja dalam program, tetapi seharusnya tidak digunakan dalam monitor Hanya dapat digunakan pada monitorHanya dapat digunakan pada monitor
Wait() tidak selalu memblokir pemanggil (yaitu, ketika counter semaphore lebih besar dari nol).Wait() selalu blok pemanggil.
Signal() baik melepaskan thread yang diblokir, jika ada satu, atau meningkatkan semaphore counter.Signal() baik melepaskan thread yang diblokir, jika ada satu, atau sinyal hilang seolah-olah itu tidak pernah terjadi.
Wait() tidak selalu memblokir pemanggil (yaitu, ketika counter semaphore lebih besar dari nol).Jika Signal () melepaskan thread yang diblokir, pemanggil hasil monitor (tipe Hoare) atau terus (Mesa Type). Hanya satu dari pemanggil atau threadyang dirilis dapat melanjutkan, tapi tidak keduanya.


Perbedaan:
• operasi semaphore tersebar pada seluruh section program
• pada monitor, sinkronosasi dikendalikan oleh prosedur tertentu, dimana shared data hanya bisa diakses melalui prosedur tersebut
• dalam penggunaan semaphore mungkin timbul kesalahan yang sulit terdeteksi (misal: deadlock), yang dicegah oleh monitor
Di samping itu, sinyal operasi menunggu kondisi variabel monitor mirip dengan P dan operasi V pada perhitungan semaphores. Sebuah pernyataan tunggu dapat memblokir proses itu eksekusi, sedangkan pernyataan sinyal dapat menyebabkan proses lain menjadi diblokir. Namun, ada beberapa perbedaan di antara mereka. Ketika sebuah proses mengeksekusi operasi P, tidak selalu menghalangi proses tersebut karena semaphore penghitungan mungkin lebih besar dari nol. Sebaliknya, ketika sebuah pernyataan menunggu dieksekusi, selalu blok proses. Saat tugas yang mengeksekusi operasi V pada semaphore, itu baik unblocks suatu tugas menunggu yang semaphore atau increment yang semaphore counter jika tidak ada tugas untuk membuka. Di sisi lain, jika suatu proses mengeksekusi pernyataan sinyal ketika tidak ada proses lain untuk membuka blokir, tidak ada efek pada variabel kondisi.
Perbedaan lain antara semaphores dan monitor adalah bahwa pengguna terbangun oleh operasi V dapat melanjutkan eksekusi tanpa penundaan. Sebaliknya, pengguna terbangun oleh operasi sinyal restart hanya ketika monitor terkunci.
Selain itu, solusi monitor terstruktur lebih banyak dari yang satu dengan semaphores karena data dan prosedur yang dikemas dalam satu modul tunggal dan bahwa pengecualian saling disediakan secara otomatis oleh pelaksanaannya.
3. Pengertian Deadlock dan Starvation beserta contohnya:
a) Deadlock
Deadlock secara bahasa berarti buntu atau kebuntuan. Dalam definisi lebih lengkap, deadlock berarti suatu keadaan dimana sistem seperti terhenti dikarenakan setiap proses memiliki sumber daya yang tidak bisa dibagi dan menunggu untuk mendapatkan sumber daya yang sedang dimiliki oleh proses lain. Keadaan seperti ini hanya dapat terjadi pada akses terhadap sumber daya yang tidak bisa dibagi atau non-sharable.
Contoh:
kasus ilustrasi dari kejadian deadlock pada dunia nyata, yaitu pada lalu lintas dijembatan. Dapat dilihat bahwa kedua mobil yang berada di tengah-tengah jembatan tidak dapat maju dan hanya
menunggu. Penyelesaian dari masalah tersebut adalah salah satu dari mobil tersebut mundur, sehingga mobil yang lain dapat maju. Mobil pada kasus ini adalah proses, sedangkan jembatan adalah sumber daya. Kedua mobil berebut untuk menggunakan sumber daya, namun karena sumber daya tersebut hanya dapat digunakan oleh satu proses saja, maka terjadilah deadlock.
Ilustrasinya:
ü Dua Proses, P1 dan P2
ü Dua Resource kritis R1 dan R2
ü Proses P1 dan P2 harus mengakses kedua sumber daya.
Kondisi berikut dapat terjadi : R1 diberikan ke P1, sedang R2 di berikan ke P2.
Karena untuk melanjutkan ekssekusi memerlukan sumber daya sekaligus maka kedua proses akan saling menunggu sumber daya yang lainnya, selamanya. Tidak ada proses yang dapat melepaskan sumber daya yang telah dipegangnya karena menunnggu sumber daya lain yang tidak pernah diperolehnya. Keduanya tidak membuat proses kemajuan apapaun, kedua proses tersebut dalam kondisi deadlock.
Kondisi deadlock merupakan kondisi terparah karena banyak proses dapat terlibat dan semua yang terlibat tidak dapat mengakhiri prosesnya secara benar. Beragam mekanisme diusulkan untuk mengatasi kondisi deadlock.
b) Starvation
Ilustrasinya :
ü Terdapat tiga proses P1, P1, dan P3
ü P1, P2, dan P3 memerlukan pengaksesan sumber daya R secara periodik
Terjadi Skenario berikut:
ü P1 sedang di beri sumber daya R, P2, dan P3 Blocked menunggu sumber daya R.
ü Ketika P1 keluar daricritical section, P2 dan P3 diijinkan mengakse R.
ü Asumsi P3 diberi hak akses. Kemudian setelah selesai, hak akses kembali diberikan ke P1 yang saat itu kembali membutuhkan sumber daya R.
Jika pemberian hak akses bergantian terus-menerus antara P1 dan P3, maka P2 tidak pernah memperoleh pengaksesan sumber daya R. meskipun tidak ada deadlock, pada sutuasi ini P2 mengalami starvation.
Untuk pemahaman lebih jelas, berikut detail dari penjelasannya:
Deadlock adalah situasi di mana dua atau lebih proses yang tidak dapat dilanjutkan karena masing-masing sedang menunggu satu yang lain untuk melakukan sesuatu.
Deadlock mengacu situasi di mana satu set dari dua atau lebih proses yang menunggu untuk anggota lain dimana diset untuk menyelesaikan operasi untuk memprosesnya, tapi tidak ada anggota yang mampu memproses. Deadlock adalah fenomena yang sulit untuk mengantisipasi, dan tidak ada solusi umum yang mudah untuk mengatasi masalah ini. Ada tiga pendekatan utama untuk berurusan dengan deadlock: pencegahan, penghindaran, dan deteksi.
Dalam Hal ini, dimungkinkan untuk dua atau lebih program yang akan menutup telepon menunggu satu sama lain. Sebagai contoh, dua program mungkin masing-masing memerlukan dua perangkat I / O untuk melakukan beberapa operasi (misalnya, disk untuk menyalin tape). Salah satu program telah
merebut kendali dari salah satu perangkat dan program lain yang memiliki kontrol dari perangkat lain. Setiap menunggu program lain untuk melepaskan sumber daya yang diinginkan. Deadlock tersebut mungkin tergantung pada waktu kesempatan alokasi sumber daya dan pelepasannya.
Prinsip-Prinsip Deadlock

Deadlock dapat didefinisikan sebagai memblokir permanen dari serangkaian proses yang baik bersaing untuk sumber daya sistem atau berkomunikasi satu sama lain. Satu set proses adalah jalan buntu ketika setiap proses dalam set diblokir menunggu suatu peristiwa (biasanya membebaskan beberapa sumber daya yang diminta) yang hanya dapat dipicu oleh lain diblokir proses dalam set. Deadlock adalah permanen karena tidak ada peristiwa yang pernah dipicu. Tidak seperti masalah lain dalam proses manajemen bersamaan, ada ada solusi efisien dalam kasus umum.
Semua kebuntuan melibatkan konflik akan kebutuhan sumber daya oleh dua atau lebih proses. Sebuah contoh umum adalah kebuntuan lalu lintas. Gambar 6.1a menunjukkan situasi di mana empat mobil telah tiba di sebuah simpang empat arah berhenti di kurang lebih sama waktu. Keempat kuadran dari persimpangan adalah sumber daya di mana kendali dibutuhkan. Secara khusus, jika semua empat mobil ingin pergi langsung melalui persimpangan itu, kebutuhan sumber daya adalah sebagai berikut:
• Mobil 1, bepergian ke utara, membutuhkan kuadran a dan b.
• Mobil 2, membutuhkan kuadran b dan c.
• Mobil 3, membutuhkan kuadran c dan d.
• Mobil 4, membutuhkan kuadran d dan a.
Aturan khas jalan di Amerika Serikat adalah bahwa mobil di halte empat arah harus menunda untuk mobil segera haknya. Aturan ini bekerja jika hanya ada dua atau tiga mobil di persimpangan. Misalnya, jika hanya utara dan arah barat mobil tiba di persimpangan, mobil utara akan menunggu dan mobil ke arah barat diterima. Namun, jika semua empat mobil tiba pada waktu yang sama, masing-masing akan menahan diri dari memasuki persimpangan, ini menyebabkan kebuntuan potensial. Kebuntuan ini hanya potensial, tidak aktual, karena sumber daya yang diperlukan tersedia untuk salah satu mobil untuk melanjutkan. Jika salah satu mobil akhirnya melanjutkan, maka yang lain juga dapat melanjutkannya.
Namun, jika semua empat mobil mengabaikan aturan dan lanjutkan (hati-hati) ke perempatan pada saat yang sama, maka setiap mobil merebut satu sumber daya (satu kuadran) tetapi tidak dapat dilanjutkan karena kedua sumber daya yang diperlukan telah disita oleh mobil lain. Ini merupakan kebuntuan yang sebenarnya.
Mari kita lihat gambaran dari kebuntuan yang melibatkan proses-proses dan komputer
sumber daya. Gambar 6.2 (berdasarkan satu di [BACO03]), yang kami sebut sebagai diagram kemajuan bersama, menggambarkan kemajuan dua proses yang bersaing untuk dua sumber. Setiap proses membutuhkan penggunaan eksklusif dari kedua sumber daya untuk sebuah tertentu jangka waktu tertentu. Dua proses, P dan Q, mempunyai bentuk umum berikut:









































Process P Process Q
• • • • • •
Get AGet B
• • • • • •
Get BGet A
• • • • • •
Release ARelease B
• • • • • •
Release BRelease A
• • • • • •

Sebagai contoh sederhana, Deadlock terjadi jika dua proses memerlukan dua sumber daya yang sama untuk melanjutkan dan masing-masing memiliki satu kepemilikan. Kecuali beberapa tindakan yang diambil, setiap proses akan menunggu tanpa batas waktu untuk sumber daya yang hilang tersebut.
Starvation adalah situasi di mana proses runnable yang terlupakan tanpa batas oleh penjadwal; meskipun mampu melanjutkan, tetapi tidak pernah dipilih.
Starvation mengacu pada situasi di mana suatu proses siap untuk mengeksekusi tetapi terus ditolak akses ke prosesor untuk mendahulukan proses lainnya. Dalam sebagian besar, starvation ditangani sebagai isu penjadwalan.
Contoh, perhatikan dua proses, P1 dan P2, dan dua sumber daya, R1 dan R2. Misalkan bahwa setiap proses membutuhkan akses ke kedua sumber daya untuk melakukan sebagian fungsinya. Maka mungkin untuk memiliki situasi berikut ini:
OS menugaskan R1 untuk P2, dan R2 untuk P1. Setiap proses sedang menunggu salah satu dari dua sumber daya. Tidak akan melepaskan sumber daya yang sudah memiliki sampai telah mengakuisisi sumber daya lainnya dan melakukan fungsi yang membutuhkan baik sumber daya. Kedua proses ini menemui deadlock (jalan buntu).
Sebuah masalah pengendalian akhir ini adalah starvation. Misalkan tiga proses (P1, P2, P3) masing-masing membutuhkan akses berkala kepada sumber daya R. Pertimbangkan situasi di mana P1 adalah memiliki sumber daya, dan kedua P2 dan P3 yang tertunda, menunggu sumber daya itu.
Ketika keluar dari critical section P1, baik P2 atau P3 harus diberi akses ke R. Asumsikan bahwa OS memberikan akses ke P3 dan bahwa P1 lagi membutuhkan akses sebelum P3 menyelesaikan critical section-nya. Jika OS memberikan akses ke P3 P1 setelah selesai, dan kemudian bergantian memberikan akses ke P1 dan P3, maka P2 dapat tanpa batas waktu menolak akses ke sumber daya, meskipun tidak ada situasi deadlock

Senin, 24 Oktober 2011

Sistem Pendukung Keputusan

Kata Pengantar


Dengan rasa syukur kehadirat Allah SWT, dengan limpahan rahmat, hidayah dan inayahnya semata, allhamdulillah saya dapat menyelesaikan tugas Sistam Informasi Manajemen dengan materi “SISTEM INFORMASI AKUTANSI” ini dengan baik. Tidak ada kemudahan kecuali terhadap sesuatu yang Engkau jadikan mudah, dan kesusahan boleh jadi Engkau jadikan sebuah kemudahan. Makalah yang bisa dikatakan masih jauh dari sempurna.
Untuk menambah kesempurnaan makalah tersebut, saya mohon kritik dan saran anda yang membina untuk menambah wawasan teman – teman pembaca.



Penyusun




Daftar Isi

Kata Penganta…………………………………………………………………………………………………… 2
Daftar Isi…………………………………………………………………………………………………………. 3
Pendahuluan………………………………………………………………………………………………………. 4
Pengertian Sistem Pendukung Keputusan………………………………………………….. 7
Tahapan Sistem Pendukung Keputusan………………………………………………………. 8
Tujuan dari Sistem Pendukung Keputusan…………………………………………………. 9
Tahap – tahap Pengambilan Keputusan……………………………………………………….. 10
Jenis Keputusan……………………………………………………………………………………………… 11
Karakteristik Sistem Pendukung Keputusan…………………………………………….. 12
Komponen Penyusun Sistem Pendukung Keputusan…………………………………… 15
Tingkat Teknologi Dalam Sistem pendukung Keputusan…………………………. 19
Sistem Pendukung Keputusan Beserta Kegunaannya
dengan Beberapa sistem lainnya………………………………………………………………….. 20
Daftar Pustaka……………………………………………………………………………………………….. 27






PENDAHULUAN

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dapat didefinisikan sebagai suatu program komputer yang menyediakan informasi dalam domain aplikasi yang diberikan oleh suatu model analisis keputusan dan akses ke database, dimana hal ini ditujukan untuk mendukung pembuat keputusan (decision maker) dalam mengambil keputusan secara efektif baik dalam kondisi yang kompleks dan tidak terstruktur.
Sistem pengambilan keputusan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari totalitas system organisasi keseluruhan. Bahwa system oraganisasi paling tidak mencakup system fisik (system operasional), system manajemen (system keputusan), dan system informasi.
Organisasi yang bergerak dibidang produksi maupun jasa, tidak lepas dari problematika manajemen pada umumnya. Perubahan struktur pasar, produk, teknologi produksi, organisasi dan yang lainnyab terus terjadi sehingga berpengaruh pada kebijaksanaan manajemen yang dijalankan’salah satu kiat untuk menyiasati problematika tersebut adalah dengan mengembangkan serta meningkatkan potensi sumberdaya yang tersedia.
Oleh karena itu, penempatan dan pemanfaatan sumberdaya pada posisi yang tepat mutlak diperlikan. Dalam hal ini, pengelolaan dan pemberdayaan sumberdaya secara tepat sangat berperan karena merupakan suatu pendekatan strategis terhadap pendekatan kinerja organisasi. Untuk itu sangat diperlikan sebuah system pendukung keputusan yang efektif, yang tidak memisahkan antara manusia, sarana/prasarana, dan system manajemen secara keseliruhan agar dapat mencapai tujuan organisasi.
Dalam menjaankan aktifitasnya, sekalipun didukung oleh potensi ekosistem dan eksesbilitas yang serba prospektif, namun disisi lain pemgambilan keputusan kerap dihadapkan pada masalah utama dalam penentuan masalah strategis yang sulit direalisikan akibat persepsi heterogen sejalan dengan kepentingan keputusan masing – masing individu / kelompok yang terlibat dalam pengambilan keputusan.
Sementara itu system pengambilan keputusan merupakan bagian tak terpisahkan dari totalitas system organisasi keseluruhan. System organisasi paling tidak mencakup system fisik (system operasional), system manajemen (system keputusan), dan system informasi(suyadi, 1992.)
Sistem fisik (system operasional) mencerminkan proses transformasi dari input (masukan) menjadi output (keluaran) melalui serangkaian mekanisme/proses dengan melibatkan sumber daya manusia dan non manusia (mesin, uang, bahan baku, energy, informasi, dan lain – lain).
System manajemen yang tidak lain merupakan sistem yang menghasilakan keputusan – keputusan yang diperlukan guna menjamin kelancaran system fisik. Oleh karena itu system manajemen ini menghasilkan sejumlah keputusan, maka sering pula system manajemen ini disebut sebagai system keputusan.
Ketajaman keputusan yang dihasilkan dipengaruhi oleh kelengkapan dan keakuratan informasi yang dilibatkan didalam proses pengambilan keputusan itu sendiri. Maka peranan system informasi sangat penting dalam menyediakan informasi pendukung keputusan. Informasi ini bisa bersifat vertical (top-down maupun botton-up), horizontal, ataupun diagonal.
Aliran informasi vertical secara top-down mencerminkan adanya informasi strategis yang diterjemahkan menjadi informasi taktis dan operasional. Aliaran informasi horizontal merupakan pertukaran informasi antar bagian atau fungsi yang posisinya secara structural berada pada tingkatan yang sama ; misalnya antar manajer produksi dan manajer keuangan. Aliran informasi diagonal bisa terjadi antara bagian atau fungsi – fungsi organisasi yang secara structural berbeda tingkatnya. Dari uraian diatas diperlukan suatu bentuk Sistem Pendukung Keputusan. Tujuannya adalah untuk membantu pengambil keputusan memilih berbagai alternative keputusan yang merupakan hasil pengolahan informasi – informasi yang diperoleh.


SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN

Pengertian Sistem Pendukung Keputusan
Sistem Pendukung Keputusan merupakan suatu sistem interaktif yang mendukung keputusan dalam proses pengambilan keputusan melalui alternatif – alternatif yang diperoleh dari hasil pengolahan data, informasi dan rancangan model.
Sistem pendukung keputusan (decision support systems disingkat DSS) dapat diartikan sebagai bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan atau sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.
Menurut Keen dan Scoot Morton :
“ Sistem Pendukung Keputusan merupakan penggabungan sumber – sumber kecerdasan individu dengan kemampuan komponen untuk memperbaiki kualitas keputusan. Sistem Pendukung Keputusan juga merupakan sistem informasi berbasis komputer untuk manajemen pengambilan keputusan yang menangani masalah – masalah semi struktur “.
Menurut Moore and Chang :
“ Sistem Pendukung Keputusan dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan keputusan, berorientasi keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan digunakan pada saat-saat yang tidak biasa”.
Dari beberapa pengretian diatas dibawah ini terdapat beberapa tahapan dan tujuan dari sistem pendukung keputusan. Sebagai berikut,
Tahapan Sistem Pendukung Keputusan :
• Definisi masalah
• Pengumpulan data atau elemen informasi yang relevan
• pengolahan data menjadi informasi baik dalam bentuk laporan grafik maupun tulisan
• menentukan alternatif-alternatif solusi (bisa dalam persentase)
Tujuan dari Sistem Pendukung Keputusan :
• Membantu menyelesaikan masalah semi-terstruktur
• Mendukung manajer dalam mengambil keputusan
• Meningkatkan efektifitas bukan efisiensi pengambilan keputusan
Dalam pemrosesannya, SPK dapat menggunakan bantuan dari sistem lain seperti Artificial Intelligence, Expert Systems, Fuzzy Logic, dll.

PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pengambilan keputusan merupakan proses pemilihan alternative tindakan untuk mencapai tujuan atau sasaran tertentu. Pengambilan keputusan dilakukan dengan pendekatan sistematis terhadap permasalahan melalui proses pengumpulan data menjadi informasi serta ditambah dengan faktor – faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan.

Tahap – tahap Pengambilan Keputusan
Dibawah ini tahap – tahapan Pengambilan Keputusan Menurut Herbert A. Simon
( Kadarsah, 2002:15-16 ), tahap – tahap yang harus dilalui dalam proses pengambilan keputusan sebagai berikut :
1. Tahap Pemahaman ( Inteligence Phace )
Tahap ini merupakan proses penelusuran dan pendeteksian dari lingkup problematika serta proses pengenalan masalah. Data masukan diperoleh, diproses dan diuji dalam rangka mengidentifikasikan masalah.

2. Tahap Perancangan ( Design Phace )
Tahap ini merupakan proses pengembangan dan pencarian alternatif tindakan / solusi yang dapat diambil. Tersebut merupakan representasi kejadian nyata yang disederhanakan, sehingga diperlukan proses validasi dan vertifikasi untuk mengetahui keakuratan model dalam meneliti masalah yang ada.

3. Tahap Pemilihan ( Choice Phace )
Tahap ini dilakukan pemilihan terhadap diantaraberbagai alternatif solusi yang dimunculkan pada tahap perencanaan agar ditentukan / dengan memperhatikan kriteria – kriteria berdasarkan tujuan yang akan dicapai.
4. Tahap Impelementasi ( Implementation Phace )
Tahap ini dilakukan penerapan terhadap rancangan sistem yang telah dibuat pada tahap perancanagan serta pelaksanaan alternatif tindakan yang telah dipilih pada tahap pemilihan.
Jenis Keputusan
Keputusan – keputusan yang dibuat pada dasarnya dikelompokkan dalam 2 jenis, antara lain ( Herbert A. Simon ) :
Keputusan Terprogram
Keputusan ini bersifat berulang dan rutin, sedemikian hingga suatu prosedur pasti telah dibuat menanganinya sehingga keputusan tersebut tidak perlu diperlakukan de novo (sebagai sesuatu yang baru) tiap kali terjadi.
Keputusan Tak Terprogram
Keputusan ini bersifat baru, tidak terstruktur dan jarang konsekuen. Tidak ada metode yang pasti untuk menangani masalah ini karena belum ada sebelumnya atau karena sifat dan struktur persisnya tak terlihat atau rumit atau karena begitu pentingnya sehingga memerlukan perlakuan yang sangat khusus.
Dengan pengertian diatas dapat dijelaskan bahwa sistem pendukung keputusan bukan merupakan alat pengambilan keputusan, melainkan merupakan sistem yang membantu pengambil keputusan dengan melengkapi mereka dengan informasi dari data yang telah diolah dengan relevan dan diperlukan untuk membuat keputusan tentang suatu masalah dengan lebih cepat dan akurat. Sehingga sistem ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan pengambilan keputusan dalam proses pembuatan keputusan.

Karakteristik Sistem Pendukung Keputusan
Dari pengertian Sistem Pendukung Keputusan diatas maka dapat ditentukan enam karakteristik dan nilai guna antara lain :
Mendukung proses pengambilan keputusan, menitik beratkan pada management by perception.
Adanya interface manusia / mesin dimana manusia (user) tetap memegang control proses pengambilan keputusan.
Mendukung pengambilan keputusan untuk membahas masalah terstruktur, semi terstruktur dan tak struktur.
Memiliki kapasitas dialog untuk memperoleh informasi sesuai dengan kebutuhan.
Memiliki subsistem – subsistem yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi sebagai kesatuan item.
Membutuhkan struktur data komprehensif yang dapat melayani kebutuhan informasi seluruh tingkatan manajemen.
Dengan berbagai karakter khusus diatas, SPK dapat memberikan berbagai manfaat dan keuntungan. Manfaat yang dapat diambil dari SPK yaitu ada empat, antara lain :
• SPK memperluas kemampuan pengambil keputusan dalam memproses data / informasi bagi pemakainya.
• SPK membantu pengambil keputusan untuk memecahkan masalah terutama berbagai masalah yang sangat kompleks dan tidak terstruktur.
• SPK dapat menghasilkan solusi dengan lebih cepat serta hasilnya dapat diandalkan.
• Walaupun suatu SPK, mungkin saja tidak mampu memecahkan masalah yang dihadapi oleh pengambil keputusan, namun ia dapat menjadi stimulan bagi pengambil keputusan dalam memahami persoalannya, karena mampu menyajikan berbagai alternatif pemecahan.
Di samping berbagai keuntungan dan manfaat seperti dikemukakan diatas, SPK memiliki beberapa keterbatasan, diantaranya adalah :
• Ada beberapa kemampuan manajemen dan bakat manusia yang tidak dapat dimodelkan, sehingga model yang ada dalam sistem tidak semuanya mencerminkan persoalan sebenarnya.
• Kemampuan suatu SPK terbatas pada perbendaharaan pengetahuan yang dimilikinya (pengetahuan dasar serta model dasar).
• Proses-proses yang dapat dilakukan SPK biasanya juga tergantung pada perangkat lunak yang digunakan.
• SPK tidak memiliki kemampuan intuisi seperti yang dimiliki manusia. Sistem ini dirancang hanyalah untuk membantu pengambil keputusan dalam melaksanakan tugasnya.
Jadi secara dapat dikatakan bahwa SPK dapat memberikan manfaat bagi pengambil keputusan dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja terutama dalam proses pengambilan keputusan.


Komponen Penyusun Sistem Pendukung Keputusan
Suatu Sistem Pendukung Keputusan (SPK) memiliki tiga subsistem utama yang menentukan kapabilitas teknis sistem pendukung keputusan, antara lain :
Subsistem Manajemen Basis data (database),
Subsistem Manajemen Basis Model (modelbase),
Subsistem Pengolahan Dialog (userinterface).

Subsistem Manajemen Basis Data
Subsistem data merupakan bagian yang menyediakan data – data yang dibutuhkan oleh Base management Subsystem (DBMS). DBMS sendiri merupakan susbsistem data yang terorganisasi dalam suatu basis data. Data – data yang merupakan dalam suatu Sistem Pendukung Keputusan dapat berasal dari luar lingkungan. Keputusan pada manajemen level atas seringkali harus memanfaatkan data dan informasi yang bersumber dari luar perusahaan. Kemampuan subsistem data yang diperlukan dalam suatu Sistem Pendukung Keputusan, antara lain :
Mampu mengkombinasikan sumber – sumber data yang relevan melalui proses ekstraksi data,
Mampu menambah dan menghapus secara cepat dan mudah,
Mampu menangani data personal dan non ofisial, sehingga user dapat bereksperimen dengan berbagai alternatif keputusan,
Mampu mengolah data yang bervariasi dengan fungsi manajemen data yang luas.

Subsistem Manajemen Model
Subsistem model dalam Sistem Pendukung Keputusan memungkinkan pengambil keputusan menganalisa secara utuh dengan mengembangkan dan membandingkan alternative solusi. Intergrasi model – model dalam Sistem Informasi Manajemen yang berdasarkan integrasi data – data dari lapangan menjadi suatu Sistem Pendukung Keputusan. Model adalah suatu tiruan dari alam nyata. Kendala yang sering dihadapi dalam merancang suatu model adalah bahwa model yang dirancang tidak mampu mencerminkan seluruh variabel alam nyata, sehingga keputusan yang diambil tidak sesuai dengan kebutuhan oleh karena itu, dalam menyimpan berbagai model harus diperhatikan dan harus dijaga fleksibilitasnya. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pada setiap model yang disimpan hendaknya ditambahkan rincian keterangan dan penjelasan yang komprehensif mengenai model yang dibuat.

Uraian diatas merupakan salah satu kekurangan dari subsistem msnajemen model , tetapi dari kelemahan tersebut terdapat pula Kelebihan atau Kemampuan subsistem model dalam Sistem Pendukung Keputusan antara lain :
Mampu menciptakan model – model baru dengan cepat dan mudah,
Mampu mengkatalogkan dan mengelola model untuk mendukung semua tingkat pemakai,
Mampu menghubungkan model – model dengan basis data melalui hubungan yang sesuai,
Mampu mengelola basis model dengan fungsi manajemen yang analog dengan database manajemen.

Subsistem Dialog
Subsistem dialog merupakan bagian dari Sistem Pendukung Keputusan yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan representasi dan mekanisme control selama proses analisa dalam Sistem Pendukung Keputusan ditentukan dari kemampuan berinteraksi anatara sistem yang terpasang dengan user. Pemakai terminal dan sistem perangkat lunak merupakan komponen – komponen yang terlibat dalam susbsistem dialog yang mewujudkan komunikasi anatara user dengan sistem tersebut. Komponen dialog menampilkan keluaran sistem bagi pemakai dan menerima masukkan dari pemakai ke dalam Sistem Pendukung Keputusan. Adapun subsistem dialog dibagi menjadi tiga, antara lain :
Bahasa Aksi (The Action Language)
Merupakan tindakan – tindakan yang dilakukan user dalam usaha untuk
membangun komunikasi dengan sistem. Tindakan yang dilakukan oleh user untuk menjalankan dan mengontrol sistem tersebut tergantung rancangan sistem yang ada.

Bahasa Tampilan (The Display or Presentation Langauage)
Merupakan keluaran yang dihasilakn oleh suatu Sistem Pendukung Keputusan dalam bentuk tampilan – tampilan akan memudahkan user untuk mengetahui keluaran sistem terhadap masukan – masukan yang telah dilakukan.

Bahasa Pengetahuan (Knowledge Base Language)
Meliputi pengetahuan yang harus dimiliki user tentang keputusan dan tentang prosedur pemakaian Sistem Pendukung Keputusan agar sistem dapat digunakan secara efektif. Pemahaman user terhadap permasalahan yang dihadapi dilakukan diluar sistem, sebelum user menggunakan sistem untuk mengambil keputusan.
Hubungan antara ketiga komponen ini dapat dilihat pada gambar dibawah.








Gambar : Hubungan antara tiga komponen sistem pendukung keputusan



Tingkat Teknologi Dalam Sistem pendukung Keputusan
Dalam Sistem Pendukung Keputusan terdapat tiga keputusan tingkatan perangkat keras maupun lunak. Masing – masing tingkatan berdasarkan tingkatan kemampuan berdasarkan perbedaan tingkat teknik, lingkungan dan tugas yang akan dikerjakan. Ketiga tingkatan tersebut adalah :
Sistem Pendukung Keputusan (Specific DSS),
Pembangkit Sistem Pendukung Keputusan (DSS Generatorr),
Peralatan Sistem Pendukung Keputusan (DSS Tools).



Sistem Pendukung Keputusan Beserta Kegunaannya dengan Beberapa sistem lainnya, antara lain :
• Sistem Pendukung Keputusan Untuk Sistem Persediaan Menggunakan Metode Economic Order Quantity dan Service Level,
• Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk Memilih Mobil Bekas terbaik pada Situs Mobil Bekas dengan Menggunakan Metode Fuzzy Multi criteria Decision making (MCDM),
• Sistem Pendukung Keputusan Analisis Investasi dan Perluasan Usaha Peternakan Berbasis Web (Studi Kasus Peternak Lobster),
• Sistem Pendukung Keputusan Analisis Investasi Hotel dengan Metode Fuzzy Tsukamoto,
• Sistem Pendukung Keputusan Analisis Investasi Laundry dengan Metode Fuzzy Tsukamoto,
• Sistem Pendukung Keputusan Analisis Investasi Mini Game Center dengan Metode Fuzzy Tsukamoto,
• Sistem Pendukung Keputusan Analisis Investasi Warnet dengan Metode Fuzzy Tsukamoto,
• Sistem pendukung keputusan analisis usaha tani hortikultura,
• Sistem Pendukung Keputusan Berbasis Kasus untuk Penatalaksanaan Pasien dan Penyakit Kardiovaskuler,
• Sistem Pendukung Keputusan Berinvestasi Rumah Berbasis Web Menggunakan Fuzzy Inference System dengan Metode Tsukamoto (Studi Kasus xxx),
• Sistem Pendukung Keputusan dalam Menentukan Biaya Perawatan Mesin Produksi Makanan dengan Menggunakan Fuzzy Inference System,
• Sistem Pendukung Keputusan dalam Penentuan Harga Barang dengan Metode Dempster-Shafer (Studi Kasus Sarung Tangan),
• Sistem Pendukung Keputusan dalam Penentuan Pembelian Barang dengan Metode AHP (Analitic Hierarchy Process),
• Sistem Pendukung Keputusan dalam Penentuan Pembelian Barang dengan Metode Fuzzy Multi Attribute Decision Making (FMADM) dengan Bobot Subyektif (Studi Kasus Pembelian Mobil),
• Sistem Pendukung Keputusan Kelompok (Group Decission Support System),
• Sistem Pendukung Keputusan Menentukan Efek Tingginya Total Penjualan pada Industri Kecil dengan Menggunakan Fuzzy Quantification Theory I,
• Sistem pendukung keputusan menentukan jumlah produksi menggunakan metode fuzzy associative memory (FAM),
• Sistem Pendukung Keputusan pada Situs Batik menggunakan Fuzzy metode MCDM Berbasis PHP,
• Sistem Pendukung Keputusan pada Situs Pencari Restoran Menggunakan Fuzzy Metode MCDM Berbasis PHP,
• Sistem Pendukung Keputusan Pembelian Mobil dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW),
• Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Bonus Berdasarkan Penilaian Kinerja Karyawan dengan Metode AHP (Analitic Hierarchy Process),
• Sistem Pendukung Keputusan Pemeliharaan Ikan Air Tawar Ekonomis
sistem pendukung keputusan pemilihan desain interior menggunakan metode analytical hierarchy process (ahp),
• Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Home Eksterior dan Interior Besi Tempa Menggunakan Fuzzy MCDM,
• Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Nama-nama Islami untuk Nama Orang dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP),
• Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Penerima Beasiswa dengan Menggunakan Logika Fuzzy Metode Tsukamoto,
• Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Program Studi dengan Metode Analytical Hierarchy Process berbasis Web,
• Sistem Pendukung Keputusan Penanganan Kesehatan Balita,
• Sistem Pendukung keputusan Pencarian Tempat Bimbingan Belajar dengan Metode Tahani Berbasis WEB,
• Sistem Pendukung Keputusan Pendistribuan Zakat menggunakan Model Transportasi Berbasis WEB,
• Sistem Pendukung Keputusan Penentu Lama Waktu Exercise untuk Penurunan Kadar Lemak Tubuh dengan Fuzzy Inference System Metode Sugeno Berbasis Website Menggunakan PHP dan MySQL,
• Sistem Pendukung Keputusan Penentu Tingkat Resiko Hipertensi menggunakan Na'ive Bayesian Classification,
• Sistem Pendukung Keputusan Penentu Tingkat Resiko Obesitas menggunakan Metode Na'ive Bayesian Classification Berbasis WEB menggunakan PHP dan MySQL,
• Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Harga Barang Menggunakan Logika Fuzzy dengan Metode Sugeno (Studi Kasus Pigura Foto),
• Sistem Pendukung Keputusan penentuan Jenis Sakit Kepala dengan Menggunakan Metode MCDM,
• Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Lokasi Industri di Kabupaten Kebumen Berbasis SIG,
• Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Pembelian Laptop dengan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process) berbasis Web,
• Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Pemimpin Tingkat Menengah dengan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process) Berbasis WEB,
• Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Porsi Dana Investasi Portofolio dengan Model Indeks Tunggal,
• Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Status Gizi dengan Metode K-Nearest Neighbor Berbasis SMS Gateway,
• Sistem pendukung keputusan pengembangan jaringan usaha untuk teknik pemasaran network marketing,
• Sistem Pendukung Keputusan Penjadwalan Pengadaan Barang Berbasis Web dan Multimedia,
• Sistem Pendukung Keputusan Terapi Jus Buah dan Sayur untuk Penyembuhan Berbagai Macam Penyakit dengan Metode Multiple Criteria Decision Making (MCDM),
• Sistem pendukung keputusan untuk analisis biaya/manfaat,
• Sistem pendukung keputusan untuk menentukan alternatif pengembangan produk menggunakan metode analitycal hierarchi process (ahp),
• Sistem Pendukung Keputusan untuk menentukan jenis tanaman produksi yang tepat dengan metode Multi Criteria Decision Making (MCDM) berbasis Web,
• Sistem pendukung keputusan untuk menentukan nilai mark up dalam mendapatkan harga penawaran pada sebuah kontraktor,
• Sistem pendukung keputusan untuk menentukan performance bidang studi/jurusan yang ada di UII menggunakan algoritma fuzzy c-means,
• Sistem pendukung keputusan untuk mensimulasikan masalah penugasan menggunakan sistem basis data fuzzy,
• Sistem Pendukung Keputusan Untuk Pembelian Kamera Dengan Metode Dempster-Shafer,
• Sistem Pendukung Keputusan untuk Pemilihan Matakuliah pada Kartu Rencana Studi (KRS) menggunakan Logika Fuzzy,
• Sistem Pendukung Keputusan untuk Pemilihan Pembelian HP dengan Metode AHP Berbasis Web,
• Sistem Pendukung keputusan untuk pengedalian waktu kerja dengan metode PERT (program Evaluation review technique),
• Sistem Pendukung keputusan untuk pengedalian waktu kerja dengan metode PERT (program Evaluation review technique),
• Sistem pendukung keputusan untuk perkiraan hasil turnamen sepakbola dengan metode electre III,
• Sistem pendukung keputusan: penentuan reorder point stock obat pada instalasi farmasi rumah sakit pertamina balikpapan menggunakan metode economic order quantity (eoq) dan atau metode service level,
• Sistem Pengambilan Keputusan dengan Metode AHP (Analitical Hierarchy Process) untuk Penentuan Predikat Mahasiswa Berprestasi,
• Sistem Pengambilan Keputusan Penentuan Arsitektur, Interior Desain dan Furniture Rumah Berbasis Web (Studi Kasus CV. Atrium Utama Riau),
• Sistem Pengambilan keputusan Tender Proyek Dinas Penerangan Umum,
• Sistem Pengambilan Keputusan untuk Pemilihan Alat-alat bantu Kesehatan dengan Menggunakan Aplikasi Fuzzy Berbasis WEB.






DAFTAR PUSTAKA

Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, Ir. M,Ali Ramdhani, M.T, Sistem Pendukung Keputusan,PT Remaja Rosdakarya, Bandung ;1998
Drs. Ibnu Syamsi,S.U, Pengambilan Keputusan dan Sistem Informasi, Bumi Aksara, Jakarta ;1995
http://mitra-ti.blogspot.com/2010/01/sistem-pendukung-keputusan.html
id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pendukung_keputusan –
lissoi.multiply.com/journal/item/35 –

Diposkan oleh NUNUPEI_MAKINO di 02:06