Minggu, 29 Januari 2012

contoh laporan pkl

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
DI MI MIFTAKHUL HUDA WINDUSARI
KABUPATEN MAGELANG









Disusun oleh :
Nama : HENI LATIFAH
NIM : 0923008
Jurusan : Manajemen Informatika (D1)

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
BINA PATRIA MAGELANG
2010
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
DI MI MIFTAKHUL HUDA WINDUSARI
KABUPATEN MAGELANG








Disusun oleh :
Nama : HENI LATIFAH
NIM : 0923008
Jurusan : Manajemen Informatika (D1)


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
BINA PATRIA MAGELANG
2010
HALAMAN PERSETUJUAN

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
DI MI MIFTAKHUL HUDA WINDUSARI
KABUPATEN MAGELANG
Disusun oleh :
Nama : HENI LATIFAH
NIM : 0923008
Jurusan : Manajemen Informatika (D1)

Laporan ini telah disetujui di Magelang
Pada tanggal : Nopember 2010

Pembimbing


Dra.Cisilia Sundari

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
BINA PATRIA MAGELANG
2010
HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
DI MI MIFTAKHUL HUDA WINDUSARI
KABUPATEN MAGELANG

Disusun oleh :
Nama : HENI LATIFAH
NIM : 0923008
Jurusan : Manajemen Informatika (D1)

Laporan ini telah disyahkan di Magelang
Pada Tanggal : November 2010

Pembimbing


Dra.Cisilia Sundari
Kepala Sekolah Mi Miftakhul Huda Windusari




Miftah S.Pd


MOTTO
 Sebuah kegagalan awal dari sebuah keberhasilan, maka jangan menyerah sebelum melangkah
 Kejujuran adalah modal utama
 Jangan sia-siakan waktu yang ada
 Jadikanlah hidupmu seperti lilin, rela berkorban untuk kepentingan orang lain

PERSEMBAHAN
Dengan penuh kesadaran, kupersembahkan karya kecil ini kepada :
 Bapak dan Ibuku tercinta
Kasih sayang dan doa kalian selalu mengalir dalam nadiku
 Kakak-kakak tercinta dan keluarga besarku
Cinta kasih kalian menambah keceriaan dalam nadiku
 My honey
Yang selalu mensupport aku
 Teman-teman seperjuangan
Persahabatan kita tidak akan terlupakan
 Masa depanku dan segala sesuatu yang menjadi bagian hidupku
 Almamaterku tercinta

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah segala puji hanyalah untuk Allah S.W.T yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga laporan yang berjudul sistem informasi penerimaan murid baru pada MI MIFTAKHUL HUDA kabupaten Magelang dapat diselesaikan. Sholawat serta salam senantiasa tertuju kepada Nabi Muhammad S.A.W, keluarga sahabat yang senantiasa berjuang untuk ajaran-Nya.
Penulis laporan ini ditujukan untuk memenuhi syarat kelulusan program studi Diploma Satu (D1) di STMIK Bina Patria Magelang, dalam penyusunan laporan ini mendapat bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Sukris Sutiyatno, MM., M.Hum selaku ketua STMIK Bina Patria Magelang
2. Dra. Cisilia Sundari selaku dosen pembimbing yang telah memberikan pengarahan, petunjuk dan saran-saran yang sangat bermanfaat dalam menyelesaikan laporan ini
3. Semua dosen dan karyawan STMIK Bina Patria Magelang
4. Bapak Miftah S.pdi selaku kepala sekolah di MI Miftakhul Huda Magelang yang telah memberikan izin kepada kami untuk melaksanakan PKL
5. Seluruh Bapak dan Ibu guru serta staf karyawan di MI Miftakhul Huda Windusari Magelang yang telah membantu kami dalam pelaksanaan PKL maupun laporan ini
6. Bapak dan Ibu tercinta yang telah memberikan dukungan moril dan materiil dalam penyusunan laporan ini
7. Keluarga besarku yang telah memberikan semangat hidup
8. Semua teman-teman yang juga turut membantu hingga laporan ini selesai dan terima kasih atas kebersamaan yang telah terjalin selama ini
9. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu
Semoga tugas akhir ini bermanfaat bagi semua pihak khususnya STMIK Bina Patria Magelang. Penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk kesempurnaan laporan ini sehingga dapat menambah wawasan penulis. Semoga Allah S.W.T senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Amin.

Magelang, Nopember 2010


Penyusun

DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
HALAMAN PERSETUJUAN
HALAMAN MOTTO
HALAMAN PERSEMBAHAN

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR LAMPIRAN
BAB1 PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
B. Rumusan Masalah
C. Batasan Masalah
D. Tujuan Penulisan
E. Metode pengumpulan Data
F. Sistematika laporan
BAB11 LANDASAN TEORI
A. Teori Manajemen umum
B. Teori Sistem Informasi
C. Teori Software
D. Teori Hardware
BAB111 PENYAJIAN DATA
A. Gambaran Umum MI Miftahul Huda windusari
B. Kegiatan Operasional MI Miftahul Huda windusari
C. Visi dan Misi MI Miftahul huda Windusari
D. Struktur organisasi
E. Uraian tugas dan Tanggung Jawab
BAB1V PENYAJIAN DATA
A. Kesimpulan
B. Saran

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN 1. Kegiatan Selama Praktek Kerja Lapangan di Mi Miftahul
Huda Windusari Magelang
2. Struktur Organisasi Mi Miftahul Huda Windusari Magelang
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama dibidang informasi dan telekomunikasi saat ini sangat pesat. Komputer merupakan salah satu sumber informasi yang saat ini banyak dipakai. Berbagai bentuk dan fungsi computer dibuat dengan tujuan agar pemakai dengan mudah dan cepat berinteraksi dengan penyedia informasi melalui media ini.
Untuk memudahkan setiap kegiatan yang dijalankan maka setiap orang membutuhkan informasi yang cepat dan tepat. Kebutuhan akan informasi yang cepat dan akurat tersebut memungkinkan pengguna memiliki keinginan untuk membuat suatu system yang dapat mempermudah dalam mendaptkan data apalagi di era komputerisasi seperti sekarang ini. Setiap orang menginginkan informasi yang cepat dan tepat untuk kelancaran kegiatan yang dilakukannya.
Menurut pengamatan selama praktek kerja lapangan di MI Miftakhul Huda Windusari Kabupaten Magelang umumnya pegawai dan karyawan yang hendak menulis atau mencatat laporan masih dengan cara manual sehingga terkadang mereka mengalami kesulitan dalam mencatatnya. Hal ini sangatlah menyita waktu karena mungkin datanya kurang lengkap atau mengalami kesalahan dalam penulisan. Oleh sebab itu dibutuhkan sebuah sistem untuk menangani masalah di atas, karena setiap pegawai dan karyawan membutuhkan sistem informasi untuk mempermudah pekerjaanya.
B. Perumusan masalah
Informasi yang cepat dan tepat sangatlah dibutuhkan demi kelancaran kegiatan yang dilakukan. Untuk mendapatkan informasi yang akurat, efektif dan efisien dibutuhkan suatu system untuk memudahkannya.
Dilihat dari kebutuhan akan informasi yang ada muncul suatu masalah dimana setiap pegawai dan karyawan menginginkan kemudahan dalam pencatatan sebuah laporan. Untuk penemuan inti dari tema laporan ini, maka masalah dalam laporan ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
“Bagaimana merancang sistem informasi untuk memudahkan dalam penulisan laporan administrasi pembelajaran di MI Miftakhul Huda Windusari Kabupaten Magelang?”

C. Batasan Masalah
Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka penulis membatasi masalah pada pengolahan data administrasi pembelajaran di MI Miftakhul Huda Windusari Kabupaten Magelang.

D. Tujuan penulisan
Adapun tujuan dari penulisan ini adalah :
1. Untuk mendapatkan pengalaman merancang sistem informasi di MI miftakhul Huda Windusari Kabupaten Magelang dengan menggunakan sistem komputer.
2. Untuk membantu pelaksanaan pengolahan laporan administrasi pembelajaran di sekolah.
3. Untuk mengetahui permasalahan yang dialami di sekolah tersebut.

E. Metode pengumpulan data
Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan metode sebagai berikut :
1. Observasi
Penulis mendapatkan data dengan cara meninjau langsung mengamati obyek dan mengambil kesimpulan dari keadaan yang terjadi pada obyek.
2. Interview
Suatu metode yang dipergunakan untuk mengumpulkan data dengan cara mengadakan tanya jawab langsung dengan Bapak Miftah, S,pd selaku kepala MI Miftakhul Huda Kabupaten Magelang, juga kepada karyawan dibagian administrtasi sekolah yang membantu penulis dalam menjelaskan masalah yang akan diselesaikan.
3. Studi kepustakaan atau literatur
Pengumpulan data ini memanfaatkan dari lapran buku-buku referensi atau catatan yang ada di MI Miftakhul Huda Windusari Kabupaten Magelang yang ada hubungan sangkut pautnya dengan pokok penelitian.
4. Dokumentasi
Metode pengumpulan data dengan mengamati dari suatu laporan-laporan serta catatan di MI Miftakhul Huda
F. Sistematika Laporan
Sistematika penulisan tugas akhir ini terdiri dari empat bab yang masing-masing menunjukkan urutan serta pembahasan masalah yang dihadapi sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas
BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini berisi tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, batasan masalah, tujuan penulisan, metode pengumpulan data dan sistematika laporan
BAB II : LANDASAN TEORI
Pada bab ini akan diuraikan tentang teori manajemen umum, teori manajemen penerimaan murid baru, konsep system informasi manajemen, konsep hardware dan kondep software
BAB III : PENYAJIAN DATA
Pada bab ini akan diuraikan tentang gambaran umum MI Miftakhul Huda, visi dan misi, Struktur organisasi dan prosedur yang sedang berjalan di MI Miftakhul Huda, Windusari, Magelang.
BAB II
LANDASAN TEORI

A. Teori Manajemen Umum
Manajemen dengan segala permasalahannya sebenarnya sudah lama dikenal orang, seusia peradaban manusia itu sendiri. Dari Papirus Mesir, catatan Tiongkok kuno, tulisan-tulisan Yunani dan Romawi purba dapat diketahui bagaimana pentingnya mengelola pemerintahan. Definisi Socrates mengenai manajemen sebagai ketrampilan mempunyai makna sebagaimana kita kenal sekarang yaitu sebagai fungsi manajer. Dalam dialognya dengan Nichomedes, Socrates mengemukakan pemikiran. Pemikirannya yang maknanya tidak jauh berbeda dengan pemikiran-pemikiran yang kita kenal dalam manajemen masa kini. Demikian pula Aristoteles dalam karyanya “Politik dan Etika” telah memaparkan apa itu manajemen, mulai dari manajemen rumah tangga sampai manajemen perdagangan. Dalam perkembangan selanjutnya, ketika pada abad pertengahan mulai dikenal asuransi, kredit, dan pemasaran yang kemudian setelah timbulnya revolusi industri banyak perubahan dalam berbagai bidang, maka manajemen pun melingkupi cakrawala yang lebih luas, terutama dalam bidang usaha (business). Pada waktu itu, kalangan manajer pemerintahan dan usaha serta oerganisasi-organisasi lainnya masih berpendapat bahwa manajemen adalah seni bukan lagi merupakan ilmu.
Manajemen telah didefinisikan dalam berbagai cara. Akan tetapi manajemen kita pahami sebagai proses atau kegiatan yang menjelaskan apa yang kita pahami sebagai proses atau kegiatan yang menjelaskan apa yang dilakukan manajer pada operasional organisasi mereka untuk merencanakan, mengorganisasikan, memprakarsai, dan mengendalikan operasi. Mereka merencanakan dengan menetapkan strategi, tujuan, dan memilih arah pindahan yang terbaik untuk mencapai apa yang direncanakan. Mereka mengorganisasikan tugas-tugas yang diperlukan untuk rencana operasional, menyusun tugas ini dalam kelompok yang homogen, dan menetapkan pendelegasian wewenang.

B. Teori sistem informasi
Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu dapat juga didefinisikan sebagai elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan atau organisasi.
Informasi adalah data yang telah diolah dan disaring melalui sistem pengolahan yang memiliki arti dan nilai bagi seseorang. Menurut Yogiyanto, informasi adalah hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk mengambil keputusan.
Sistem informasi adalah sustu kumpulan elemen-elemen dalam suatu nyata guna pengambilan keputusan. Dalam ilmu komputer sistem informasi adalah suatu system dalam organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas. Teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian untuk mendapatkan jalur kominikasi penting. Memproses tipe transaksi rutin tertentu, member sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilam keputusan.
Sedangkan sistem informasi manajemen merupakan system operasionla yang melakukan beraneka ragam fungsi untuk menghasilkan keluaran yang berguna bagi pelaksana operasi dan manajemen organisasi yang bersangkutan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa sistem informasi merupakan kumpulan dari elemen-elemen dalam suatu data yang saling berinteraksi yang nantinya akan memberikan suatu keluaran berupa informasi yang mempunyai arti dan nilai dari suatu kejadian nyata yang nantinya dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

C. Teori Software
Software atau perangkat lunak adalah merupakan kumpulan beberapa perintah yang dieksekusi oleh mesin komputer dalam menjalankan pekerjaanya. Perangkat lunak ini merupakan catatan bagi mesin komputer untuk menyimpan perintah maupun dokumen serta arsip lainnya. Data yang disimpan ini dapat berupa program atau instruksi yang akan dijalankan oleh perintah maupun catatan-catatan yang diperlukan oleh komputer untuk menjalankan perintah yang dijalankan.
Software menurut kegunaannya, terdiri dari :
1. Aplikasi Program
Aplikasi program adalah program-program yang disusun untuk segala jenis pengolahan terhadap suatu system informasi.
2. Sistem Software
a. Operating System
Operating system adalah bagian software yang sangat penting dan merupakan kumpulan program yang mengontrol dan mengatur seluruh kegiatan processing di dalam sistem.
b. Utility Program
Utility program adalah program-program yang telah terjadi untuk menunjang operating system dan biasanya diberikan oleh pabrik.
c. Bahasa Program
Bahasa program terdori dari generasi 1 sampai dengan geneasi 5. Perangkat lunak dapat diterapkan pada situasi apapun aslakan sebelumnya langkah-langkah pengerjaanya (Algoritma) telah didefinisikan dan diterjemahkan kedalam bahasa Pemrograman. Isi dari informasi atau data beberapa ketentuan pengolahan merupakan factor yang penting dalam penerapan aplikasi perangkat lunak.
Beberapa aplikasi perangkat lunak antara lain :
1) Sistem software
Meripakan kumpulan program yang ditulis untuk menunjang pemakaian atau pembuatan suatu program (compiler,editor).
2) Real Time Software
Perangkat lunak yang digunakan untuk mengukur, menganalisis atau mengontrol proses pemasukan data dari lingkungan luar sampai menghasilkan laporan yang sesuai dengan keinginan.
3) Bussines Software
Perangkat lunak yang banyak digunakan aplikasi bisnis, antara lain:
a) Enginering and Scientific Software
Perangkat lunak yang banyak digunakan dalam bidang aplikasi teknik dan rekayasa.
b) Embedded Software
Perangkat lunak yang digunakan untuk mengontrol suatu proses dalam pabrik dimana perangkat lunak yang tersimpan pada ROM (Read Only Memory) dalam komputer.
c) Personal Computer Software
Perangkat lunak yang digunakan dalam aplikasi komputer mikro (Word Star, Lotus 123).
d) Artificial Inteligence Software
e) Perangkat lunak yang digunakan dalam bidang aplikasi kecerdasan buatan.

D. Teori Hardware
Hardware atau perangkat keras adalah merupakan salah satu elemen dari system computer atau suatu alat yang bisa dilihat dan diraba oleh manusia secara langsung yang mendukung proses komputerisasi. Dalam bahasa Indonesia disebut dengan perangkat keras yang merupakan perangkat yang dapat kita lihat dan kita sentuh secara fisik, seperti perangkat-perangkat masukan, pemroses, maupun perangakta keluaran. Peralatan ini umumnya cukup canggih.
Adapun yang termasuk hardware adalah sebagai berikut:
1. Keyboard
Keyboard berbentuk standar dengan 88 tombol dan bentuk extendednya 101. ada juga jenis keyboard tanpa tombol adalah dengan menu pad. Keyboard berfungsi mengetik tulisan dan mengoperasikan perintah.
2. Mouse
Mouse yang sering disebut tikus, berguna untuk menggerakkan kursor dengan memutar bola. Ada juga mouse tanpa kabel dengan teknologi baru glind and tap pada notebook dengan menggeser ujung jari.
3. CPU (Controll Processing Unit)
CPU (Controll Processing Unit) adalah perangkat yang bertugas mengontrol dan membimbing keseluruhan sistem komputer selama pengolahan. Juga sering disebut sebagai otak komputer.
4. RAM (Random Access Memory)
RAM (Random Access Memory) adalah jenis memori yang dapat diganti-ganti selama computer dihidupkan dan mempunyai sifat bisa mengingat data atau program selama terdapat arus listrik, juga dapat menyimpan dan mengammbil data dengan cepat.
5. ROM (Read Only Memory)
ROM (Read Only Memory) adalah jenis memori yang hanya bisa dibaca. Disediakan oleh vendor computer dan berisi program atau data.
6. Monitor
Monitor adalah media untuk menampilkan proses memasukkan data dan menampilkan hasil olahan. Monitor sering disebut display, ada yang berbentuk tabung seperti televisi dan ada juga yang datar.
7. Printer
Printer berfungsi untuk mencetak hasil keluar komputer yang dapat berupa tulisan dan gambar, hasil cetakan komputer yang disebut print out atau hard copy.
8. Speaker
Speaker berfungsi untuk menghasilkan suara di komputer.
9. Hard disk
Hard disk adalah alat untuk menyimpan data. Hard disk mempunyai beberapa piringan dan beberapa head sehingga proses membaca lebih cepat.
10. CRT Monitor (Cathode Ray Tube)
CRT Monitor (Cathode Ray Tube) adalah monitor yang berfungsi dengan prinsip penembakan sinar katoda. Bentuk fisik monitor ini sama dengan televise, tetapi secara umum hanya terdiri dari 4 blok, yaitu : video, vertical, horizontal, dan power supply.
11. LCD Monitor (Liquid Crystal Display)
Sistem kerja monitor ini jauh berbeda dibandingkan dengan CRT. LCD menggunakan cairan kristal khusus ayng berpencar apabila dilalui oleh sinyal listrik sehingga menghasilkan bentuk dan warna.
12. DVD-ROM
DVD-ROM (Digital Versatile Disc ROM atau Digital Video Disc ROM) adalah disk yang berkapasitas tinggi yang mampu menyimpan 4,7 Gb sampai 8 Gb.
13. VGA Card
VGA Card adalah berupa modul VGA yang dipasang pada slot AGP atau PCI. Sejak system PC IBM pertama, di dalam komputer pasti ada unit kartu grafis entah itu CGA, EGA, MCGA, VGA atau yang lain. Dengan menggunakan kartu VGA, maka akan didapatkan kinerja yang lebih.
14. CD-ROM
CD-ROM adalah teknologi optical disk uintuk micro computer dengan fitur compact disk dengan kapasitas penyimpanan lebih dari 600 Mb.
15. Processor
Processor adalah peralatan hardware atau sistem software yang dapat melakukan berbagai operasi atas data.

BAB III
PENYAJIAN DATA


A. Gambaran Umum MI Miftakhul Huda, Windusari, Kabupaten Magelang
Sekolah ini didirikan kurang lebih tahun 1964 oleh tokoh masyarakat, dan atas partisipasi masyarakat. Dengan tanah wakaf dari Bapak H. Djamal. Dibangun dengan partisipasi menggunakan dana bantuan dari pemerintah. Terdapat beberapa ruangan diantaranaya : ruang kantor, ruang kelas 1-6, dan disebelah timur terdapat perpustakaan sekolah.Lokasi sekolah ini yaitu di Desa Gunungsari, tepatnya beralamatkan di Desa Gunungsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Kodepos 56152.

B. Kegiatan Operasional MI Miftakhul Huda, Windusari, Kabupaten Magelang
Kegiatan operasional di MI MIftakhul Huda Windusari Kabupaten Magelang adalah mengisi administrasi pembelajaran sesuai mata pelajaran yang diampu dan kegiatan belajar mengajar.

C. Visi dan Misi Sekolah
1. Visi
Mewujudkan siswa yang beriman, berilmu, beramal, trampil dan berakhlakul karimah.
2. Misi
Menberikan bekal pengetahuan agama sebagai pasar pribadi muslim
yang berkhlakul karimah.
Memberikan bekal pengetahuan umum dan ketrampilan bahasa
sebagai modal mengembangkan keilmuan demi menyongsong masa
depan.

D. Struktur Organisasi


E. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab
1. Kepala Sekolah
Menyusun perencanaan
Mengorganisasikan kegiatan
Mengarahkan kegiatan
Mengkoordinasikan kegiatan
Melaksanakan pengawasan
Melakikan evaluasi terhadap kegiatan
Menentukan kebijaksanaan
Mengadakan rapat
Mengambil keputusan
Mengatur proses belajar mengajar
Mengatur administrasi (kantor, siswa, pegawai, perlengkapan,
keuangan)
Mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat dan dunia usaha

2. Wakil Kepala Sekolah
Menyusun perencanaan, membuat program kegiatan dan jadwal
pelaksanaan
Pengorganisasian
Identifikasi dan pengumpulan
Penyusunan laporan
Meyusun program pengajaran
Menyusun pembagian tugas guru
Melaksanakan bimbingan, pengarahan dan pengendalian kegiatan
siswa dalam rangka menegakkan disiplin dan tata tertib sekolah

3. Guru
Membuat program pengajaran (rencana kegiatan mengajar,
semesteran)
Membuat satuan pengajaran (persiapan mengajar)
Melaksanakan kegiatan belajar mengajar
Melaksanakan kegiatan penilaian belajar
Mengadakan pengembangan setiap bidang pengajaran yang menjadi
tanggung jawab
Meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran
Membuat dan menyusun lembaga kerja (job sheet)
Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar masing-masing
siswa
Mengatur kebersihan ruang tempat praktek/bengkel, pengembalian
alat pinjaman
Memeriksa apakah siswa sudah paham benar akan acara penggunaan
masing-masing dan peralatannya untuk menghindari terjadinya
kerusakan/kecelakaan

4. Kepala Urusan/Bagian Tata Usaha
Penyusun program tata usaha
Penyusun keuangan sekolah
Penyusun pegawai
Pembinaan dan pengembangan karir pegawai tata usaha sekolah
Penyusunan perlengkapan sekolah
Penyusunan dan penyajian data/statistic sekolah
Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan
berkala

5. Komite Sekolah
Mengawasi jalannya kegiatan di sekolah
Membantu pelaksanaan kegiatan di sekolah
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Setelah penyusun melaksanakan Praktek Kerja Lapangan selam satu bulan maka dapat mengetahui kegiatan-kegiatan yang dilakukan di MI Miftakhul Huda, Windusari, Kabupaten Magelang sehingga dapat diambil kesimpulan dari penyusunan laporan ini, yaitu:
1. Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan MI Miftakhul Huda, Windusari, Kabupaten Magelang berusaha untuk mengefektifkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pegawai
2. MI Miftakhul Huda, Windusari, Kabupaten Magelang belum dapat mengefektifkan waktu dengan menggunakan sistem informasi yang ada
3. Sistem yang bagus dengan dukungan sumber daya yang baik akan menghasilkan output yang memuaskan.

B. Saran
Dari kesimpulan di atas, penyusun dapat memberikan saran yang mungkin berguna sebagai berikut:
1. Dengan adanya ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih pada saat ini pengolahan data dengan tekonologi komputer akan lebih efektif dan efisien jika pengguna mampu mengolah datanya dengan baik. Dalam pengolahan data tersebut seseorang harus dapat memilih sebaik mungkin apa yang dia butuhkan dalam membangun suatu sistem
2. Untuk memperoleh sistem yang baik dan menangani masalah yang ada pada sistem yang lama dibutuhkan perangkat yang lebih baik.

Jumat, 23 Desember 2011

Pandangan Islam Tentang Tahun Baru


Tahun baru masehi, banyak umat Islam yang ikut merayakannya padahal perayaan tahun baru hanya dilakukan oleh umat Nasrani. bagaimanakah hukumnya merayakan Tahun Baru ataupun merayakan hari-hari yang lain seperti Ulang Tahun, Maulid?

Ada sekian banyak pendapat yang berbeda tentang hukum merayakan tahun baru masehi. Sebagian mengharamkan dan sebagian lainnya membolehkannya dengan syarat.

1. Pendapat yang Mengharamkan

Mereka yang mengharamkan perayaan malam tahun baru masehi, berhujjah dengan beberapa argumen.

a. Perayaan Malam Tahun Baru Adalah Ibadah Orang Kafir

Bahwa perayaan malam tahun baru pada hakikatnya adalah ritual peribadatan para pemeluk agama bangsa-bangsa di Eropa, baik yang Nasrani atau pun agama lainnya.

Sejak masuknya ajaran agama Nasrani ke eropa, beragam budaya paganis (keberhalaan) masuk ke dalam ajaran itu. Salah satunya adalah perayaan malam tahun baru. Bahkan menjadi satu kesatuan dengan perayaan Natal yang dipercaya secara salah oleh bangsa Eropa sebagai hari lahir nabi Isa.

Walhasil, perayaan malam tahun baru masehi itu adalah perayaan hari besar agama kafir. Maka hukumnya haram dilakukan oleh umat Islam.

b. Perayaan Malam Tahun Baru Menyerupai Orang Kafir

Meski barangkali ada yang berpendapat bahwa perayaan malam tahun tergantung niatnya, namun paling tidak seorang muslim yang merayakan datangnya malam tahun baru itu sudah menyerupai ibadah orang kafir. Dan sekedar menyerupai itu pun sudah haram hukumnya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

من تشبه بقوم فهو منهم
Siapa yang menyerupai pekerjaan suatu kaum (agama tertentu), maka dia termasuk bagian dari mereka.

c. Perayaan Malam Tahun Baru Penuh Maksiat

Sulit dipungkiri bahwa kebanyakan orang-orang merayakan malam tahun baru dengan minum khamar, berzina, tertawa dan hura-hura. Bahkan bergadang semalam suntuk menghabiskan waktu dengan sia-sia. Padahal Allah SWT telah menjadikan malam untuk berisitrahat, bukan untuk melek sepanjang malam, kecuali bila ada anjuran untuk shalat malam.

Maka mengharamkan perayaan malam tahun baru buat umat Islam adalah upaya untuk mencegah dan melindungi umat Islam dari pengaruh buruk yang lazim dikerjakan para ahli maksiat.

d. Perayaan Malam Tahun Baru Adalah Bidah

Syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW adalah syariat yang lengkap dan sudah tuntas. Tidak ada lagi yang tertinggal.

Sedangkan fenomena sebagian umat Islam yang mengadakan perayaan malam tahun baru masehi di masjid-masijd dengan melakukan shalat malam berjamaah, tanpa alasan lain kecuali karena datangnya malam tahun baru, adalah sebuah perbuatan bid’ah yang tidak pernah dikerjakan oleh Rasulullah SAW, para shahabat dan salafus shalih.

Maka hukumnya bid’ah bila khusus untuk even malam tahun baru digelar ibadah ritual tertentu, seperti qiyamullail, doa bersama, istighatsah, renungan malam, tafakkur alam, atau ibadah mahdhah lainnya. Karena tidak ada landasan syar’inya.

2. Pendapat yang Menghalalkan

Pendapat yang menghalalkan berangkat dari argumentasi bahwa perayaan malam tahun baru masehi tidak selalu terkait dengan ritual agama tertentu. Semua tergantung niatnya. Kalau diniatkan untuk beribadah atau ikut-ikutan orang kafir, maka hukumnya haram. Tetapi tidak diniatkan mengikuti ritual orang kafir, maka tidak ada larangannya.

Mereka mengambil perbandingan dengan liburnya umat Islam di hari natal. Kenyataannya setiap ada tanggal merah di kalender karena natal, tahun baru, kenaikan Isa, paskah dan sejenisnya, umat Islam pun ikut-ikutan libur kerja dan sekolah. Bahkan bank-bank syariah, sekolah Islam, pesantren, departemen Agama RI dan institusi-institusi keIslaman lainnya juga ikut libur. Apakah liburnya umat Islam karena hari-hari besar kristen itu termasuk ikut merayakan hari besar mereka?

Umumnya kita akan menjawab bahwa hal itu tergantung niatnya. Kalau kita niatkan untuk merayakan, maka hukumnya haram. Tapi kalau tidak diniatkan merayakan, maka hukumnya boleh-boleh saja.

Demikian juga dengan ikutan perayaan malam tahun baru, kalau diniatkan ibadah dan ikut-ikutan tradisi bangsa kafir, maka hukumnya haram. Tapi bila tanpa niat yang demikian, tidak mengapa hukumnya.

Adapun kebiasaan orang-orang merayakan malam tahun baru dengan minum khamar, zina dan serangkaian maksiat, tentu hukumnya haram. Namun bila yang dilakukan bukan maksiat, tentu keharamannya tidak ada. Yang haram adalah maksiatnya, bukan merayakan malam tahun barunya.

Misalnya, umat Islam memanfaatkan even malam tahun baru untuk melakukan hal-hal positif, seperti memberi makan fakir miskin, menyantuni panti asuhan, membersihkan lingkungan dan sebagainya.

Demikianlah ringkasan singkat tentang perbedaan pandangan dari beragam kalangan tentang hukum umat Islam merayakan malam tahun baru.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Rabu, 21 Desember 2011

Selamat Hari ibu


selamat hari ibu, buat ibu2x seluruh dunia........

Kamis, 10 November 2011

Tugas Sistem Operasi


1.Eksekusi Intruksi Dalam Komputer
cara kerja CPU ialah ketika data serta atau instruksi dimasukkan ke processing devices, pertama sekali diletakkan di MAA (melalui Input-storage), yakni apabila berbentuk instruksi ditampung oleh Control Unit di Program-storage, namun apabila berbentuk data ditampung di Working-storage. Jika register siap untuk menerima pengerjaan eksekusi, maka Control Unit akan mengambil instruksi dari Program-storage untuk ditampungkan ke Instruction Register, sedangkan alamat memori yang berisikan instruksi tersebut ditampung di Program Counter. Sedangkan data diambil oleh Control Unit dari Working-storage untuk ditampung di General-purpose register (dalam hal ini di Operand-register). Jika berdasar instruksi pengerjaan yang dilakukan adalah aritmatika dan logika, maka ALU akan mengambil alih operasi untuk mengerjakan berdasar instruksi yang ditetapkan. Hasilnya ditampung pada akumulator. Apabila hasil pengolahan telah selesai, maka Control Unit akan mengambil hasil pengolahan di akumulator untuk ditampung kembali ke Working-storage. Jika pengerjaan keseluruhan telah selesai, maka Control Unit akan mengambil kembali hasil pengolahan dari Working-storage untuk ditampung ke Output-storage. Lalu selanjutnya dari Output-storage, hasil pengolahan akan ditampilkan kepada output-devices.
Siklus Instruksi terdiri atas siklus fetch dan siklus eksekusi.

2. Komponen-Komponen Sistem Operasi dan Fungsinya
Sebuah sistem operasi dapat dibagi menjadi beberapa komponen. Secara umum, para pakar sepakat bahwa terdapat sekurangnya empat komponen manajeman utama yaitu:
• Manajemen Proses,
• Manajemen Memori,
• Manajamen Sistem Berkas.
• Manajemen Masukan/Keluaran

Selain keempat komponen di atas, Avi Silberschatz, dan kawan-kawan menambahkan beberapa komponen seperti:
• Manajemen Penyimpanan Sekunder.
• Manajemen Sistem Proteksi.
• Manajemen Jaringan.
• Command-Interpreter System.
Fungsi Setiap Komponen
a. Manajemen Proses
•Membuat dan menghapus proses pengguna dan sistem proses.
•Menunda atau melanjutkan proses.
•Menyediakan mekanisme untuk sinkronisasi proses.
•Menyediakan mekanisme untuk komunikasi proses.
•Menyediakan mekanisme untuk penanganan deadlock

b. Manajemen Memori
• Menjaga track dari memori yang sedang digunakan dan siapa yang menggunakannya.
• Memilih program yang akan di-load ke memori.

c. Manajamen Sistem Berkas
• Pembuatan dan penghapusan berkas.
• Pembuatan dan penghapusan direktori.
• Mendukung manipulasi berkas dan direktori.
• Memetakan berkas ke secondary-storage.
• Mem-back-up berkas ke media penyimpanan yang permanen (non-volatile).

d. Manajemen Masukan/Keluaran
• Penyangga: menampung sementara data dari/ke perangkat Masukan/Keluaran.
• Spooling: melakukan penjadwalan pemakaian Masukan/Keluaran sistem supaya lebih efisien (antrian dsb.).
• Menyediakan driver: untuk dapat melakukan operasi rinci untuk perangkat keras Masukan/Keluaran tertentu.

e. Manajemen Penyimpanan Sekunder.
• free space management.
• alokasi penyimpanan.
• penjadwalan disk.

f. Manajemen Sistem Proteksi.
• Membedakan antara penggunaan yang sudah diberi izin dan yang belum.
• Menspesifikasi kontrol untuk dibebankan/diberi tugas.
• Menyediakan alat untuk pemberlakuan sistem.

g. Manajemen Jaringan.
Sistem terdistribusi adalah sekumpulan prosesor yang tidak berbagi memori, atau clock. Setiap prosesor mempunyai memori dan clock tersendiri. Prosesor-prosesor tersebut terhubung melalui jaringan komunikasi Sistem terdistribusi menyediakan akses pengguna ke bermacam sumber-daya sistem. Akses tersebut menyebabkan peningkatan kecepatan komputasi dan meningkatkan kemampuan penyediaan data.

h. Command-Interpreter System.
Sistem Operasi menunggu instruksi dari pengguna (command driven). Program yang membaca instruksi dan mengartikan control statements umumnya disebut: control-card interpreter, command-line interpreter dan terkadang dikenal sebagai shell. Command-Interpreter System sangat bervariasi dari satu sistem operasi ke sistem operasi yang lain dan disesuaikan dengan tujuan dan teknologi perangkat Masukan/Keluaran yang ada.
Contohnya: CLI, Windows, Pen-based (touch).

3. Pengertian dari:
a.Batch system
merupakan suatu cara untuk menghindari waktu nganggur CPU yang cukup lama, maka dikembangkan suatu teknik pengurutan kerja job secara otomatis. Teknik ini mampu mentransfer kontrol secara otomatis dari suatu job ke-job brikutnya. Inilah bentuk operating system yang pertama kali. Gambar sebelah merupakan komputer UNIVAC yang juga menggunakan transistor.

b. Multitasking
adalah istilah teknologi informasi yang mengacu kepada sebuah metode dimana banyak pekerjaan atau dikenal juga sebagai proses diolah dengan menggunakan sumberdaya CPU yang sama. Dalam kasus sebuah komputer dengan prosesor tunggal, hanya satu instruksi yang dapat bekerja dalam satu waktu, berarti bahwa CPU tersebut secara aktif mengolah instruksi untuk satu pekerjaan tersebut. Multitasking memecahkan masalah ini dengan memjadwalkan pekerjaan mana yang dapat berjalan dalam satu waktu, dan kapan pekerjaan yang lain menunggu untuk diolah dapat dikerjakan. Kondisi mengalokasikan CPU dari pekerjaan satu ke pekerjaan yang lain disebut context switch. Ketika context switch terjadi dengan sangat cepat -- kondisi ini cukup untuk memberikan ilusi pengolahan-paralel. Bahkan dalam komputer yang memiliki lebih dari satu CPU (disebut multi-prosesor), multitasking memperbolehkan lebih banyak pekerjaan dijalankan dibanding dengan jumlah CPU yang tersedia.

c. MULTIPROGRAMMING

Multiprogramming Melayani banyak program yang tidak ada hubungannya satu sama lain dan dijalankan sekaligus dalam satu komputer yang sama.

Melayani banyak program yang tidak ada hubungannya satu sama lain dan dijalankan sekaligus dalam satu komputer yang sama.
Pelaksanaan instruksi yang diterapkan adalah:
- program dimuat ke dalam memori,
- program dijalankan sampai mengakses perangkat I/O,
- berpindah (switch) ke pekerjaan lain,
- langkah tersebut berulang terus menerus,
- untuk proses perpindahan (switching), dilaksanakan oleh software

d. Time sharing system
adalah suatu teknik penggunaan online system oleh beberapa pemakai secara bergantian menurut waktu yang diperlukan pemakai. Disebabkan waktu perkembangan proses CPU semakin cepat, sedangkan alat Input/Output tidak dapat mengimbangi kecepatan dari CPU, maka kecepatan dari CPU dapat digunakan secara efisien dengan melayani beberapa alat I/O secara bergantian. Proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri- sendiri. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host computer.

e. Real time system
disebut juga dengan Sistem waktu nyata. Sistem yang harus menghasilkan respon yang tepat dalam batas waktu yang telah ditentukan. Jika respon komputer melewati batas waktu tersebut, maka terjadi degradasi performansi atau kegagalan sistem. Sebuah Real time system adalah sistem yang kebenarannya secara logis didasarkan pada kebenaran hasil-hasil keluaran sistem dan ketepatan waktu hasil-hasil tersebut dikeluarkan. Aplikasi penggunaan sistem seperti ini adalah untuk memantau dan mengontrol peralatan seperti motor, assembly line, teleskop, atau instrumen lainnya. Peralatan telekomunikasi dan jaringan komputer biasanya juga membutuhkan pengendalian secara Real time.

4. Pengertian dan Tujuan System Call
System Calls
Komputer digunakan untuk melakukan suatu proses yang dikehendaki user. Oleh karena itu harus ada suatu bentuk komunikasi antara user dan hardware. Komunikasi itu terjadi dalam bentuk system calls. SO melalui shell-nya akan menangkap perintah dari user yang kemudian akan dikomunikasikan melalui system calls. Disinilah peran SO sebagai jembatan komunikasi antara user dan hardware itu terjadi. System calls itu sendiri umumnya ditulis dalam bahasa C dan C++.
Mengenai shell, shell itu sendiri secara umum adalah layer yang berfungsi sebagai interface antara user dan inti dalam sistem operasi (kernel). Melalui shell, user dapat memberi perintah-perintah yang akan dikirim ke sistem operasi, sehingga shell ini merupakan layer yang menerima interaksi dari user secara langsung. Shell dalam SO secara umum dibagi menjadi 2, Command Line(CLI) dan Graphical(GUI). Jadi dengan kata lain, system calls berperan sebagai interface dalam layanan-layanan yang disediakan oleh sistem operasi.

Fungsi System Calls menyediakan interface pelayanan-pelayanan yang disediakan oleh sistem operasi, umumnya sebagai rutin-rutin yang ditulis dengan bahasa C atau C++, atau beberapa tugas yang mengakses hardware secara langsung menggunakan bahasa rakitan. Biasanya programmer lebih memilih Application Programming Interface (API) dibandingkan dengan low level programming.
Ada lima jenis system calls utama, yaitu:
a. Process control merupakan system calls yang mengendalikan proses-proses yang berjalan.
b. File manipulation adalah kumpulan system calls yang bertugas untuk melakukan manipulasi file seperti pembacaan, penulisan, penghapusan dan pengubahan.
c. Device manipulation adalah system calls yang mengatur penggunaan peralatan-peralatan yang terhubung pada mesin tersebut.
d. Information maintenance. System calls yang menghubungkan user dengan sistem operasi dalam hal berbagi informasi.
e. Communications. Ada dua model komunikasi yaitu pertukaran informasi dilakukan melalui fasilitas komunikasi antar proses yang disediakan oleh sistem operasi (Message-Passing) dan pertukaran dengan menggunakan memori (shared-memory).

5. Perbedaan Proses dan Thread

Proses
Proses memiliki dua karakteristik namun kedua karakteristik dilakukan secara independen oleh sistem operasi:
• Resource ownership (kepemilikan sumber daya) – proses mempunyai ruang alamat virtual untuk menangani image proses yang didefinisikan dalam PCB
• Scheduling-execution (penjadwalan-eksekusi) – Mengikuti suatu path eksekusi (trace), ada pergatian dari satu proses ke lainnya
Unit dari kepemilikan sumber daya diacu sebagai proses atau task

Thread
Thread adalah unit dasar dari penggunaan CPU, thread mengandung Thread ID, program counter , register set , dan stack . Sebuah Thread berbagi code section , data section , dan sumber daya sistem operasi dengan Thread lain yang dimiliki oleh proses yang sama. Thread juga sering disebut lightweight process . Sebuah proses tradisional atau heavyweight process mempunyai thread tunggal yang berfungsi sebagai pengendali. Perbedaan antara proses dengan thread tunggal dengan proses dengan thread yang banyak adalah proses dengan thread yang banyak dapat mengerjakan lebih dari satu tugas pada satu satuan waktu

Kamis, 03 November 2011

RESEP BOLU KUKUS SANTAN



Bahan yang diperlukan untuk membuat roti kukus ini adalah sebagai berikut :
• 1 sdm emulsifier
• 500 gram gula pasir
• kemaren pake fanta yg ichigo)
• 6 butir telur
• 200 cc santan kara (90 ml air hangat+4 sdm penuh santan bubuk– ini utk 1/2 resep)
• 200 cc sprite (
• vanili secukupnya
• pasta coklat/pandan/strawberi
• 500 gram terigu
Setelah anda sudah menyiapkan bahan dari resep ini, kita akan pergi ke cara membuat roti bolu mekar:
1. Panaskan kukusan, beri serbet pada tutup kukusan
2. Campur semua bahan dan mikser dengan kecepatan tinggi selama 10 menit
3. Beri warna sesuai selera
4. Isi adonan ke cetkan berselang seling
5. Kukus lebih kurang 10-15 menit
Supaya bolu nya lebih tampak mekar, berikut tips khusus untuk resep ini :
1. Kocok adonan sampai kental, ciri adonan kalau dituang pake sendok berat, lama baru jatuh kembali
2. Isi cetakan sampai penuh, kalau nggak penuh adonan gak mau mekar karena ketekan dinding kertasnya
3. Jangan terlalu penuh dandangnya, beri jarak antar cetakan supaya kuenya dapat banyak uap
4. Masukkan adonan saat dandangnya sdh menghasilkan banyak uap dan pake api yg besar
Berikut tipsnya supaya roti bolu buatan ibu tampak lebih mekar. Bolu kukus ini dalam cara membuat bisa ibu tambahkan berbagai bahan seperti yang sedang ngetrend saat ini yaitu menambahkan keju dan coklat. Sehingga membuat kue ibu ini nantinya lebih enak dan nyummmy.
Resep bolu kukus ini diambil dan di rewrite ulang sedikit dari posting di milis NCC di arsip yang lama. Gambar diatas hanya ilustrasi!!!

Selasa, 01 November 2011

SISTEM OPERASI SERVER DAN PC

A. Perbedaan Sistem Operasi Server dan PC
Sistem operasi jaringan atau sistem operasi komputer yang dipakai sebagai server dalam jaringan komputer hampir mirip dengan sistem operasi komputer stand alone, bedanya hanya pada sistem operasi jaringan, salah satu komputer harus bertindak sebagai server bagi komputer lainnya. Sistem operasi dalam jaringan disamping berfungsi untuk mengelola sumber daya dirinya sendiri juga untuk mengelola sumber daya komputer lain yang tergabung dalam jaringan.
Sebuah sistem operasi jaringan yang tangguh dan fungsional sangat penting untuk membentuk sebuah jaringan yang efektif. Sistem operasi jaringan dapat diandaikan sebagai jantung dari sebuah jaringan, memastikan data dan informasi yang melalui jaringan, baik jaringan wired maupun wireless, dapat berjalan dengan optimal, layaknya aliran darah.
Berbeda dengan sistem operasi pada server dan PC, dimana pemilihan sistem operasi dilakukan berdasarkan preferensi pengguna atau menyesuaikan pola penggunaan sistem operasi pada perusahaan. Sedangkan pada sistem operasi jaringan, biasanya dibuat khusus untuk memenuhi kebutuhan spesifik sesuai jenis perangkat dan kegunaannya. Artinya ada demikian banyak pilihan sistem operasi jaringan yang kini tersedia, dan sebetulnya ini bukanlah hal yang buruk. Dengan keragaman pilihan sistem operasi jaringan memastikan kompetisi harga dan mengurangi ketergantungan dengan salah satu vendor.

B. Contoh Sistem Operasi Server dan PC
1. Sistem Operasi Server
- Microsoft Windows (Win NT, Win 2000 Server, Win Server 2003)
- Linux (Redhat, Mandrake, Debian, SUSE, Caldera dll)
- Free BSD
- San Solaris
- Novell NetWare
- Banyan VINES

2. Sistem Operasi PC : Windows XP, Windows 7, Windows 8

C. Fitur yang Terdapat OS server dan tidak ada pada OS PC
Sistem operasi jaringan (network operating system) adalah sebuah jenis sistem operasi yang ditujukan untuk menangani jaringan. Umumnya, sistem operasi ini terdiri atas banyak layanan atau service yang ditujukan untuk melayani pengguna, seperti layanan berbagi berkas, layanan berbagi alat pencetak (printer), DNS Service, HTTP Service, dan lain sebagainya. Istilah ini populer pada akhir dekade 1980-an hingga awal dekade 1990-an.


D. Spesifikasi Hardware Untuk Server
Server asli atau komputer yang sejak awal dirancang sebagai server, memang lebih bandel dibanding PC yang dijadikan server. Namun demikian, untuk sebuah server yang secerhana spesifikasinya setidaknya harus didukung dengan prosesor tinggi minimal 2 GHz, kemudian memori sedikitnya 8GB, Hard Disk minimal 200 GB atau disesuaikan dengan banyaknya penyimpanan data, untuk VGA minimal 1 GB untuk jaringan 2 x 100 Mbps.
Berikut ini adalah contoh spesifiasi untuk sebuah komputer server
- Dual Intel® Xeon® Processor E3110 (3.0 GHz, FSB 1333, Cache 6MB)
- Chipset Intel® S3200 Server Chipset
- Memori 8 GB ECC DDR2-6400 SDRAM 800 MHz
- Video Type Integrated ATI RN50 (ES1000) 16 MB
- Hard Drive SATA RAID 4 x 160 GB Serial ATA-II/300, 7200 RPM, Cache 8MB
- Networking Integrated 8 x 10/100/1000 Ethernet
- Chassis Form Factor Tower Chassis
- Power Supply Type ATX 1000w

Senin, 31 Oktober 2011

Semaphore, Monitor, Deadlock, dan Starvation

1. Konsep Dasar Semaphore
Semaphore termasuk pendekatan yang diajukan oleh Djikstra, dengan prinsip bahwa dua proses atau lebih dapat bekerja sama dengan menggunakan penanda-penanda sederhana. Seperti proses dapat dipaksa berhenti pada suatu saat, sampai proses mendapatkan penanda tertentu itu. Sembarang kebutuhan koordinasi kompleks dapat dipenuhi dengan struktur penanda yang cocok untuk kebutuhan itu. Variabel khusus untuk penanda ini disebut semaphore.Semaphore mempunyai dua sifat, yaitu:
a.Semaphore dapat diinisialisasi dengan nilai non-negatif.
b.Terdapat dua operasi terhadap semaphore, yaitu Down dan Up. Usulan asli yang disampaikan Djikstra adalah operasi P dan V.
Semaphore adalah salah satu teknik sinyal sederhana, dan merupakan konsep penting dalam OS desain, dimana sebuah nilai integer digunakan untuk pensinyalan antara proses. Hanya tiga operasi yang mungkin dilakukan pada semaphore, yang semuanya atom: inisialisasi, penurunan, dan penaikan. Operasi pengurangan dapat mengakibatkan terhalangnya proses, dan kenaikan dari pengoperasian yang sedang berlangsung dapat mengakibatkan terblokirnya suatu proses. Hal ini juga dikenal sebagai sebuah perhitungan semaphore atau semaphore umum.
Semaphore adalah bendera digunakan untuk memeriksa apakah sumber daya saat ini sedang digunakan oleh thread atau proses. Misalnya, jika suatu proses ingin menggunakan printer, terlebih dahulu perlu memastikan printer tersedia dengan memeriksa untuk melihat apakah semaphore telah ditetapkan. jika sudah diatur, maka perlu menunggu untuk proses yang saat ini telah selesai. Namun, jika printer bebas, proses ini akan menetapkan semaphore dan mulai menggunakan printer, memblokir akses ke semua proses lainnya sampai selesai.
Semaphore adalah teknik klasik untuk melindungi bagian penting dari kode dari yang secara simultan dieksekusi oleh lebih dari satu thread. Semaphore adalah generalisasi dari monitor. Sebuah monitor memungkinkan hanya satu thread untuk mengunci objek sekaligus. Semaphore A N memungkinkan proses. Proses meraih semaphore-eksklusif untuk menggunakan semi disebut menenggak semaphore karena mereka diimplementasikan dengan integer Countdown yang decrements untuk setiap kunci dan kenaikan untuk masing-masing membuka. Jika semaphore adalah sepenuhnya terisi, thread baru ingin menggunakannya akan menunggu sampai thread beberapa rilis kunci dengan upping semaphore itu. Untuk semaphore untuk bekerja, cek untuk penuh, dan penurunan harus dilakukan semua dalam satu instruksi yang tidak pernah terputus atom. Instruksi monitor JVM menyediakan dukungan hardware yang diperlukan untuk mensimulasikan semaphores.
Semaphore s, lain kontribusi penting oleh EW Dijkstra, dapat dilihat sebagai ekstensi untuk mutex kunci. Semaphore adalah suatu obyek dengan dua metode Tunggu dan Sinyal, sebuah integer swasta counter dan antrian swasta (benang). Semantik dari semaphore adalah sangat sederhana. Misalkan S adalah semaphore yang swasta counter telah diinisialisasi ke integer non-negatif.
• Ketika Tunggu dijalankan oleh thread, kita memiliki dua kemungkinan:
o Penghitung S adalah positif
Dalam hal ini, konter ini mengalami penurunan sebesar 1 dan benang kembali pelaksanaannya.
o Penghitung S adalah nol
Dalam hal ini, benang ditangguhkan dan dimasukkan ke dalam antrian pribadi S.
• Ketika Sinyal dijalankan oleh thread, kami juga memiliki dua kemungkinan:
o Antrian S tidak memiliki benang menunggu
Penghitung S ditingkatkan oleh satu dan benang kembali pelaksanaannya.
o Antrian S telah menunggu threads
Dalam hal ini, konter S harus nol (lihat pembahasan Tunggu di atas). Salah satu benang menunggu akan diizinkan untuk meninggalkan antrian dan melanjutkan pelaksanaannya. Benang yang mengeksekusi Sinyal juga terus.
Operasi Tunggu atau Signal adalah atom. Ini berarti sekali kegiatan Tunggu mulai (yaitu, pengujian dan penurunan nilai counter dan memasukkan benang ke dalam antrian), mereka akan terus sampai akhir tanpa gangguan apapun. Lebih tepatnya, meskipun ada banyak langkah untuk melaksanakan Tunggu dan Signal, langkah-langkah ini dianggap sebagai instruksi non-interruptible tunggal. Demikian pula, hal yang sama berlaku untuk Sinyal. Apalagi, jika lebih dari satu benang mencoba mengeksekusi Tunggu (atau sinyal), hanya satu dari mereka akan berhasil. Kita tidak boleh membuat asumsi tentang mana thread akan berhasil.
Tunggu karena dapat menyebabkan thread untuk memblokir (yaitu, ketika counter nol), ia memiliki efek yang sama dari operasi kunci dari sebuah kunci mutex. Demikian pula, sebuah sinyal dapat melepaskan benang tunggu, dan mirip dengan membuka operasi. Bahkan, semaphores dapat digunakan sebagai kunci mutex. Pertimbangkan S semaphore dengan nilai awal 1. Kemudian, Tunggu dan Signal sesuai untuk mengunci dan membuka:
Mari kita periksa bagaimana sepasang Tunggu dan Signal dapat menjamin pengecualian bersama. Perlu diingat bahwa nilai awal counter dari S adalah 1. Misalkan sejumlah benang mencoba untuk eksekusi Tunggu. Karena hanya ada satu thread berhasil dapat mengeksekusi Tunggu, thread ini, katakanlah A, menyebabkan counter berkurang sebesar 1, dan memasuki bagian yang kritis. Karena nilai awal counter adalah 1, sekali thread A memasuki critical section, konter menjadi 0, dan, sebagai hasilnya, semua usaha berikutnya dalam melaksanakan Tunggu akan diblokir. Oleh karena itu, membenarkan klaim kita bahwa Tunggu mirip untuk mengunci.
Ketika Sebuah thread keluar dari critical section, Sinyal dijalankan. Jika ada menunggu benang, salah satu dari mereka akan dirilis, dan thread ini dirilis memasuki critical section. Perhatikan bahwa counter masih nol (karena, dalam hal ini, Sinyal tidak meningkatkan dan Tunggu tidak mengurangi counter), yang berarti semua thread berikutnya yang mencoba mengeksekusi Tunggu diblokir. Di sisi lain, jika tidak ada benang menunggu, pelaksanaan Sinyal menyebabkan nilai dari counter akan meningkat dengan 1, sehingga nilai saat ini 1. Dalam hal ini, thread berikutnya yang mengeksekusi Tunggu bisa masuk ke bagian kritis. Oleh karena itu, Sinyal mirip untuk membuka. Singkatnya, kita belajar bahwa pengaturan counter untuk 1 awalnya akan menjamin bahwa paling banyak satu thread bisa di bagian kritis, jika semua benang yang melibatkan mengikuti Tunggu sama – urutan Sinyal.
Jika Anda berhati-hati, Anda akan melihat bahwa nilai counter adalah 1 atau 0, dan tidak pernah memiliki nilai lain. Oleh karena itu, disebut sebagai semaphore biner. Jika kita mengganti counter dengan variabel Boolean dan menafsirkan 1 dan 0 sebagai benar (yaitu, kunci terbuka) dan false (yaitu, kunci tertutup), masing-masing, maka semaphore biner menjadi kunci mutex! Karena itu, Anda dapat menggunakan kunci mutex atau semaphore biner bergantian.
Namun, keindahan menggunakan semaphores adalah bahwa nilai awal tidak harus 1. Bisa jadi ada nilai non-negatif. Kemudian kita akan membahas teknik-teknik lain semaphores menggunakan.
Kemajuan besar pertama dalam menangani masalah proses konkuren datang pada tahun 1965 dengan risalah Dijkstra [DIJK65]. Dijkstra prihatin dengan desain dari OS sebagai kumpulan proses sekuensial dan bekerja sama dengan pembangunan mekanisme yang efisien dan dapat diandalkan untuk mendukung kerja sama. Mekanisme ini hanya bias mudah digunakan oleh proses pengguna jika prosesor dan OS membuat mekanisme yang tersedia.
[DOWN07] menunjukkan tiga konsekuensi menarik dari definisi semaphore:
• Secara umum, tidak ada cara untuk mengetahui sebelum proses decrement semaphore sebuah akan terblokir atau tidak.
• Setelah proses increment semaphore dan proses lain akan berjalan, kedua proses terus berjalan bersamaan. Tidak ada cara untuk mengetahui proses, jika salah satu, akan segera melanjutkan pada sistem prosesor tunggal.
• Saat sinyal Anda semaphore, Anda tidak perlu tahu apakah proses yang lain sedang menunggu, sehingga jumlah proses yang diblokir mungkin nol atau satu.

2.Konsep Dasar Monitor
Monitor termasuk kumpulan prosedur, variabel dan struktur data di satu modul atau paket khusus. Proses dapat memanggil prosedur-prosedur kapan pun diinginkan. Tapi proses tak dapat mengakses struktur data internal dalam monitor secara langsung. Hanya lewat prosedur-prosedur yang dideklarasikan minitor untuk mengakses struktur internal.
Java menggunakan monitor ke benang koordinasi untuk memastikan mereka tidak tersandung saling mengakses data yang sama. Dengan monitor, Anda mengunci obyek, bagian-bagian penting dari kode atau Anda mengunci seluruh metode dengan menyatakan mereka disinkronisasi. Monitor memiliki dukungan hardware test dan mengatur di belakang mereka untuk memastikan cek thread untuk melihat apakah monitor sudah dikunci dan jika tidak, menyita mengunci semua dalam satu operasi atom non-interruptible. Tanpa atomicity, thread mungkin periksa apakah monitor tidak terkunci, dan memiliki beberapa thread lain ambil monitor sebelum mendapat kesempatan untuk menguncinya. Puritan akan menunjukkan bahwa monitor sebenarnya bukan kunci, melainkan kunci adalah cara yang digunakan untuk melindungi bagian penting dari kode.
Monitor Sebuah bahasa pemrograman membangun yang merangkum variabel, prosedur akses dan inisialisasi kode dalam suatu variabel tipe data abstrak. Monitor hanya dapat diakses melalui prosedur akses dan hanya satu proses yang dapat secara aktif mengakses monitor dalam satu waktu. Prosedur-prosedur pengaksesan adalah bagian penting. Dimana monitor mungkin memiliki antrian proses-proses yang sedang menunggu untuk mengaksesnya.
Anda mungkin mendapatkan pengalaman dari belajar semua contoh semaphore bahwa sinyal dan menunggu panggilan masih dapat tersebar di mana-mana dalam program anda dengan cara yang tidak terlalu terstruktur dengan baik. Jika Anda benar-benar mendapatkan seperti perasaan, konsep monitor datang untuk menyelamatkan. Konsep monitor berasal dari 1974 kertas CAR Hoare’s.
Sebuah monitor memiliki empat komponen seperti yang ditunjukkan di bawah ini: inisialisasi, data pribadi, prosedur memonitor, dan antrian masuk monitor. Komponen inisialisasi berisi kode yang digunakan tepat satu kali ketika monitor dibuat, Bagian data pribadi berisi semua data pribadi, termasuk prosedur swasta, yang hanya dapat digunakan dalam monitor. Dengan demikian, barang-barang pribadi tidak terlihat dari luar monitor. Prosedur monitor prosedur yang dapat dipanggil dari luar monitor. Antrian entri memantau berisi semua thread yang disebut prosedur monitor tapi belum diberikan izin. Kita akan kembali ke ini segera.
Oleh karena itu, monitor terlihat seperti kelas dengan inisialisasi, data pribadi dan prosedur monitor sesuai dengan konstruktor, data pribadi dan metode kelas tersebut. Satu-satunya perbedaan utama adalah bahwa kelas tidak memiliki antrian masuk.
Monitor yang seharusnya digunakan dalam lingkungan multithreaded atau multiproses di mana beberapa thread / proses dapat menghubungi prosedur monitor pada saat yang sama meminta layanan. Dengan demikian, monitor menjamin bahwa setiap saat paling banyak satu thread bisa mengeksekusi dalam monitor! Apa artinya ini? Ketika thread panggilan prosedur monitor, kita dapat melihat prosedur monitor disebut sebagai perpanjangan ke thread panggilan. Jika prosedur monitor disebut dalam eksekusi, kita akan mengatakan thread memanggil di monitor melaksanakan prosedur monitor disebut.
Sekarang, jika dua thread di monitor (yaitu, mereka adalah melaksanakan dua, mungkin, monitor prosedur yang sama), beberapa data pribadi dapat dimodifikasi oleh kedua benang pada saat yang sama menyebabkan kondisi ras terjadi. Oleh karena itu, untuk menjamin keutuhan data pribadi, monitor saling memberlakukan pengecualian implisit. Lebih tepatnya, jika thread panggilan prosedur monitor, thread ini akan diblokir jika ada thread lain eksekusi pada monitor. Mereka benang yang tidak diberikan izin masuk akan antri masuk ke antrian monitor luar monitor. Ketika monitor menjadi kosong (yaitu, tidak ada thread mengeksekusi di dalamnya), salah satu benang dalam antrian entri akan dirilis dan diberikan izin untuk menjalankan prosedur monitor disebut. Meskipun kita mengatakan “antrian masuk,” Anda tidak harus melihat secara harfiah. Lebih tepatnya, ketika thread harus dilepaskan dari antrian masuk, Anda tidak perlu menganggap kebijakan apapun yang thread yang akan dirilis.
Secara ringkas, monitor memastikan saling eksklusi otomatis sehingga tidak ada lebih dari satu thread bisa mengeksekusi dalam memonitor setiap saat. Ini adalah kemampuan yang sangat usably dan berguna.
Monitor sebagai Mini-OS
Konsep monitor sangat mirip dengan sebuah sistem operasi. Satu dapat mempertimbangkan inisialisasi sebagaimana data yang diinisialisasi ketika sistem boot up, data pribadi dan kode sebagai struktur data internal dan fungsi dari sebuah sistem operasi, dan prosedur monitor sebagai panggilan sistem. Program-program, tentu saja, benang yang membuat permintaan layanan. Oleh karena itu, monitor bisa dianggap sebagai mini-OS dengan layanan terbatas.
Persamaan dan perbedaannya:
Sejak menunggu operasi sinyal pada semaphores dan pada monitor kondisi variabel yang sama, untuk membantu Anda membedakan perbedaan mereka dan menggunakannya dengan benar, berikut ini adalah perbandingan singkat.






















Semaphore Monitor – Kondisi Variabel
Dapat digunakan di mana saja dalam program, tetapi seharusnya tidak digunakan dalam monitor Hanya dapat digunakan pada monitorHanya dapat digunakan pada monitor
Wait() tidak selalu memblokir pemanggil (yaitu, ketika counter semaphore lebih besar dari nol).Wait() selalu blok pemanggil.
Signal() baik melepaskan thread yang diblokir, jika ada satu, atau meningkatkan semaphore counter.Signal() baik melepaskan thread yang diblokir, jika ada satu, atau sinyal hilang seolah-olah itu tidak pernah terjadi.
Wait() tidak selalu memblokir pemanggil (yaitu, ketika counter semaphore lebih besar dari nol).Jika Signal () melepaskan thread yang diblokir, pemanggil hasil monitor (tipe Hoare) atau terus (Mesa Type). Hanya satu dari pemanggil atau threadyang dirilis dapat melanjutkan, tapi tidak keduanya.


Perbedaan:
• operasi semaphore tersebar pada seluruh section program
• pada monitor, sinkronosasi dikendalikan oleh prosedur tertentu, dimana shared data hanya bisa diakses melalui prosedur tersebut
• dalam penggunaan semaphore mungkin timbul kesalahan yang sulit terdeteksi (misal: deadlock), yang dicegah oleh monitor
Di samping itu, sinyal operasi menunggu kondisi variabel monitor mirip dengan P dan operasi V pada perhitungan semaphores. Sebuah pernyataan tunggu dapat memblokir proses itu eksekusi, sedangkan pernyataan sinyal dapat menyebabkan proses lain menjadi diblokir. Namun, ada beberapa perbedaan di antara mereka. Ketika sebuah proses mengeksekusi operasi P, tidak selalu menghalangi proses tersebut karena semaphore penghitungan mungkin lebih besar dari nol. Sebaliknya, ketika sebuah pernyataan menunggu dieksekusi, selalu blok proses. Saat tugas yang mengeksekusi operasi V pada semaphore, itu baik unblocks suatu tugas menunggu yang semaphore atau increment yang semaphore counter jika tidak ada tugas untuk membuka. Di sisi lain, jika suatu proses mengeksekusi pernyataan sinyal ketika tidak ada proses lain untuk membuka blokir, tidak ada efek pada variabel kondisi.
Perbedaan lain antara semaphores dan monitor adalah bahwa pengguna terbangun oleh operasi V dapat melanjutkan eksekusi tanpa penundaan. Sebaliknya, pengguna terbangun oleh operasi sinyal restart hanya ketika monitor terkunci.
Selain itu, solusi monitor terstruktur lebih banyak dari yang satu dengan semaphores karena data dan prosedur yang dikemas dalam satu modul tunggal dan bahwa pengecualian saling disediakan secara otomatis oleh pelaksanaannya.
3. Pengertian Deadlock dan Starvation beserta contohnya:
a) Deadlock
Deadlock secara bahasa berarti buntu atau kebuntuan. Dalam definisi lebih lengkap, deadlock berarti suatu keadaan dimana sistem seperti terhenti dikarenakan setiap proses memiliki sumber daya yang tidak bisa dibagi dan menunggu untuk mendapatkan sumber daya yang sedang dimiliki oleh proses lain. Keadaan seperti ini hanya dapat terjadi pada akses terhadap sumber daya yang tidak bisa dibagi atau non-sharable.
Contoh:
kasus ilustrasi dari kejadian deadlock pada dunia nyata, yaitu pada lalu lintas dijembatan. Dapat dilihat bahwa kedua mobil yang berada di tengah-tengah jembatan tidak dapat maju dan hanya
menunggu. Penyelesaian dari masalah tersebut adalah salah satu dari mobil tersebut mundur, sehingga mobil yang lain dapat maju. Mobil pada kasus ini adalah proses, sedangkan jembatan adalah sumber daya. Kedua mobil berebut untuk menggunakan sumber daya, namun karena sumber daya tersebut hanya dapat digunakan oleh satu proses saja, maka terjadilah deadlock.
Ilustrasinya:
ü Dua Proses, P1 dan P2
ü Dua Resource kritis R1 dan R2
ü Proses P1 dan P2 harus mengakses kedua sumber daya.
Kondisi berikut dapat terjadi : R1 diberikan ke P1, sedang R2 di berikan ke P2.
Karena untuk melanjutkan ekssekusi memerlukan sumber daya sekaligus maka kedua proses akan saling menunggu sumber daya yang lainnya, selamanya. Tidak ada proses yang dapat melepaskan sumber daya yang telah dipegangnya karena menunnggu sumber daya lain yang tidak pernah diperolehnya. Keduanya tidak membuat proses kemajuan apapaun, kedua proses tersebut dalam kondisi deadlock.
Kondisi deadlock merupakan kondisi terparah karena banyak proses dapat terlibat dan semua yang terlibat tidak dapat mengakhiri prosesnya secara benar. Beragam mekanisme diusulkan untuk mengatasi kondisi deadlock.
b) Starvation
Ilustrasinya :
ü Terdapat tiga proses P1, P1, dan P3
ü P1, P2, dan P3 memerlukan pengaksesan sumber daya R secara periodik
Terjadi Skenario berikut:
ü P1 sedang di beri sumber daya R, P2, dan P3 Blocked menunggu sumber daya R.
ü Ketika P1 keluar daricritical section, P2 dan P3 diijinkan mengakse R.
ü Asumsi P3 diberi hak akses. Kemudian setelah selesai, hak akses kembali diberikan ke P1 yang saat itu kembali membutuhkan sumber daya R.
Jika pemberian hak akses bergantian terus-menerus antara P1 dan P3, maka P2 tidak pernah memperoleh pengaksesan sumber daya R. meskipun tidak ada deadlock, pada sutuasi ini P2 mengalami starvation.
Untuk pemahaman lebih jelas, berikut detail dari penjelasannya:
Deadlock adalah situasi di mana dua atau lebih proses yang tidak dapat dilanjutkan karena masing-masing sedang menunggu satu yang lain untuk melakukan sesuatu.
Deadlock mengacu situasi di mana satu set dari dua atau lebih proses yang menunggu untuk anggota lain dimana diset untuk menyelesaikan operasi untuk memprosesnya, tapi tidak ada anggota yang mampu memproses. Deadlock adalah fenomena yang sulit untuk mengantisipasi, dan tidak ada solusi umum yang mudah untuk mengatasi masalah ini. Ada tiga pendekatan utama untuk berurusan dengan deadlock: pencegahan, penghindaran, dan deteksi.
Dalam Hal ini, dimungkinkan untuk dua atau lebih program yang akan menutup telepon menunggu satu sama lain. Sebagai contoh, dua program mungkin masing-masing memerlukan dua perangkat I / O untuk melakukan beberapa operasi (misalnya, disk untuk menyalin tape). Salah satu program telah
merebut kendali dari salah satu perangkat dan program lain yang memiliki kontrol dari perangkat lain. Setiap menunggu program lain untuk melepaskan sumber daya yang diinginkan. Deadlock tersebut mungkin tergantung pada waktu kesempatan alokasi sumber daya dan pelepasannya.
Prinsip-Prinsip Deadlock

Deadlock dapat didefinisikan sebagai memblokir permanen dari serangkaian proses yang baik bersaing untuk sumber daya sistem atau berkomunikasi satu sama lain. Satu set proses adalah jalan buntu ketika setiap proses dalam set diblokir menunggu suatu peristiwa (biasanya membebaskan beberapa sumber daya yang diminta) yang hanya dapat dipicu oleh lain diblokir proses dalam set. Deadlock adalah permanen karena tidak ada peristiwa yang pernah dipicu. Tidak seperti masalah lain dalam proses manajemen bersamaan, ada ada solusi efisien dalam kasus umum.
Semua kebuntuan melibatkan konflik akan kebutuhan sumber daya oleh dua atau lebih proses. Sebuah contoh umum adalah kebuntuan lalu lintas. Gambar 6.1a menunjukkan situasi di mana empat mobil telah tiba di sebuah simpang empat arah berhenti di kurang lebih sama waktu. Keempat kuadran dari persimpangan adalah sumber daya di mana kendali dibutuhkan. Secara khusus, jika semua empat mobil ingin pergi langsung melalui persimpangan itu, kebutuhan sumber daya adalah sebagai berikut:
• Mobil 1, bepergian ke utara, membutuhkan kuadran a dan b.
• Mobil 2, membutuhkan kuadran b dan c.
• Mobil 3, membutuhkan kuadran c dan d.
• Mobil 4, membutuhkan kuadran d dan a.
Aturan khas jalan di Amerika Serikat adalah bahwa mobil di halte empat arah harus menunda untuk mobil segera haknya. Aturan ini bekerja jika hanya ada dua atau tiga mobil di persimpangan. Misalnya, jika hanya utara dan arah barat mobil tiba di persimpangan, mobil utara akan menunggu dan mobil ke arah barat diterima. Namun, jika semua empat mobil tiba pada waktu yang sama, masing-masing akan menahan diri dari memasuki persimpangan, ini menyebabkan kebuntuan potensial. Kebuntuan ini hanya potensial, tidak aktual, karena sumber daya yang diperlukan tersedia untuk salah satu mobil untuk melanjutkan. Jika salah satu mobil akhirnya melanjutkan, maka yang lain juga dapat melanjutkannya.
Namun, jika semua empat mobil mengabaikan aturan dan lanjutkan (hati-hati) ke perempatan pada saat yang sama, maka setiap mobil merebut satu sumber daya (satu kuadran) tetapi tidak dapat dilanjutkan karena kedua sumber daya yang diperlukan telah disita oleh mobil lain. Ini merupakan kebuntuan yang sebenarnya.
Mari kita lihat gambaran dari kebuntuan yang melibatkan proses-proses dan komputer
sumber daya. Gambar 6.2 (berdasarkan satu di [BACO03]), yang kami sebut sebagai diagram kemajuan bersama, menggambarkan kemajuan dua proses yang bersaing untuk dua sumber. Setiap proses membutuhkan penggunaan eksklusif dari kedua sumber daya untuk sebuah tertentu jangka waktu tertentu. Dua proses, P dan Q, mempunyai bentuk umum berikut:









































Process P Process Q
• • • • • •
Get AGet B
• • • • • •
Get BGet A
• • • • • •
Release ARelease B
• • • • • •
Release BRelease A
• • • • • •

Sebagai contoh sederhana, Deadlock terjadi jika dua proses memerlukan dua sumber daya yang sama untuk melanjutkan dan masing-masing memiliki satu kepemilikan. Kecuali beberapa tindakan yang diambil, setiap proses akan menunggu tanpa batas waktu untuk sumber daya yang hilang tersebut.
Starvation adalah situasi di mana proses runnable yang terlupakan tanpa batas oleh penjadwal; meskipun mampu melanjutkan, tetapi tidak pernah dipilih.
Starvation mengacu pada situasi di mana suatu proses siap untuk mengeksekusi tetapi terus ditolak akses ke prosesor untuk mendahulukan proses lainnya. Dalam sebagian besar, starvation ditangani sebagai isu penjadwalan.
Contoh, perhatikan dua proses, P1 dan P2, dan dua sumber daya, R1 dan R2. Misalkan bahwa setiap proses membutuhkan akses ke kedua sumber daya untuk melakukan sebagian fungsinya. Maka mungkin untuk memiliki situasi berikut ini:
OS menugaskan R1 untuk P2, dan R2 untuk P1. Setiap proses sedang menunggu salah satu dari dua sumber daya. Tidak akan melepaskan sumber daya yang sudah memiliki sampai telah mengakuisisi sumber daya lainnya dan melakukan fungsi yang membutuhkan baik sumber daya. Kedua proses ini menemui deadlock (jalan buntu).
Sebuah masalah pengendalian akhir ini adalah starvation. Misalkan tiga proses (P1, P2, P3) masing-masing membutuhkan akses berkala kepada sumber daya R. Pertimbangkan situasi di mana P1 adalah memiliki sumber daya, dan kedua P2 dan P3 yang tertunda, menunggu sumber daya itu.
Ketika keluar dari critical section P1, baik P2 atau P3 harus diberi akses ke R. Asumsikan bahwa OS memberikan akses ke P3 dan bahwa P1 lagi membutuhkan akses sebelum P3 menyelesaikan critical section-nya. Jika OS memberikan akses ke P3 P1 setelah selesai, dan kemudian bergantian memberikan akses ke P1 dan P3, maka P2 dapat tanpa batas waktu menolak akses ke sumber daya, meskipun tidak ada situasi deadlock